Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Maret 2018 | 14.34 WIB

Erin Si Gajah Berbelalai Buntung Jadi Primadona Turis

Erin saat diangon Sukowiyono di padang savana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur. - Image

Erin saat diangon Sukowiyono di padang savana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.

JawaPos.com - Gajah betina liar berumur kurang lebih empat tahun bernama Erin harus hidup dengan belalai buntung. Saat ini Erin dalam pengawasan Balai Konservasi Taman Nasional Way Kambas. Erin ternyata menjadi primadona di sana.


Di balik kondisi Erin yang diduga terkena kawat para pemburu tersebut, ia menjadi spesial. Sebagai satu-satunya gajah dengan kondisi belalai buntung, Erin menjadi gajah favorit.


Sukowiyono mahout (pawang gajah) yang sudah melatih Erin sejak Agustus 2016 mengatakan, banyak turis lokal dan luar yang mencarinya. Selain diajak foto bersama, sejumlah turis juga kerap memberikan donasi.


"Donasi tersebut biasanya digunakan untuk membeli buah-buahan seperti pisang dan wortel," kata Sukowi kepada JawaPos.com.


Meski mendapatan perlakuan kusus, Sukowi mengatakan Erin juga dilatih agar dapat mandiri. Seperti mencari makan dan minum. Hal ini dilakukan agar saat dewasa nanti Erin tidak bergantung dengan manusia.


"Meski demikian dengan kondisi belali terpotong Erin besar kemungkinan tidak akan dilepaskan kembali ke alam liar," ujarnya.


Seperti diberitakan, gajah betina liar berumur kurang lebih empat tahun, Erin harus hidup dengan belalai buntung. Kondisi tersebut dialami Erin setelah belalainya diduga terkena kawat yang dipasang oleh pemburu. Erin diselamatkan oleh Tim Elephant Respon Unit (ERU) pada Juni 2016.


Dengan belalai terpotong tersebut kehidupan Erin sebagai gajah liar sangat memprihatinkan. Erin kerap terpantau ditinggal induk dan kelompok gajah lainnya. Melihat kondisi itu, tim ERU mencoba mengevakuasi Erin.


Meski dengan kondisi yang lemah evakuasi Erin terbilang cukup sulit. Hal tersebut lantaran gajah liar itu kerap berlari dan berhasil bergabung dengan kelompok gajah liar lain.


Meski demikian, Tim ERU Balai Konservasi Taman Nasional Way Kambas terus melakukan pemantauan. Sampai akhirnya Erin ditemukan sendirian dalam keadaan lemas di pinggiran rawa.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore