Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2018 | 23.40 WIB

Polisi Berencana Memanggil Pihak Terkait atas Kematian Dian Aprilianda

Lokasi Jembatan Babarsari, di Depok Barat, Sleman yang digunakan untuk kegiatan mahasiswa - Image

Lokasi Jembatan Babarsari, di Depok Barat, Sleman yang digunakan untuk kegiatan mahasiswa

JawaPos.com - Jajaran Polsek Depok Barat, Kabupaten Sleman DIY berencana memanggil sejumlah pihak terkait atas insiden meninggalnya Dian Aprilianda, 18, mahasiswa AMIKOM Jogjakarta yang diketahui meninggal usai mengikuti kegiatan kampus pada Rabu (31/1).


Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Haryanto mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan kematian mahasiswa Jurusan D3 Teknik Informatika tersebut pada Jumat (2/2).


Laporan tersebut diterima Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) melalui pihak kampus. Dari keterangan yang dibuat, Aprilianda sempat meniti tali sekitar 1 meter di bawah jembatan.


"Baru terima laporan sekarang ini dibuat. Yang jelas kegiatan itu baru naik pakai tali, kira-kira kurang 1 meter dari jembatan sudah pingsan lemas menggantung di tali itu. Kemudian ditarik teman-temannya ke atas," katanya, saat dihubungi wartawan, Jumat (2/2).


Usai dievakuasi, Dwi sempat mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena kondisinya yang drop dan tak kunjung membaik, panitia memutuskan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit. "Kalau untuk penyebab, dokter yang mengetahui," bebernya.


Guna membuat terang kasus tersebut, pihaknya berencana memanggil sejumlah pihak terkait. Baik dari pihak keluarga mahasiswa yang meninggal maupun kampus terkait. "Yang pasti pihak berkaitan," tandasnya.


Sebelumnya diketahui, Dwi Aprilianda meninggal usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mayapala Junggle School yang digelar oleh pihak kampus pada Rabu (31/1) di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman. Pagi hari ia berangkat diantarkan oleh ayahnya, sorenya dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit Hermina.


Jembatan Babarsari yang berada di daerah Seturan, Depok Barat, Sleman itu memang sering digunakan kegiatan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta. "Terutama pas Sabtu dan Minggu," kata Suparmo, 58, warga Rt 5/2, Seturan saat ditemui di lokasi.


Saat Rabu (31/1) lalu, ia juga mengetahui adanya 15 mahasiswa yang melakukan kegiatan di jembatan tersebut. Mereka mengaitkan 4-5 tali menjulur ke bawah, kemudian ada yang naik ke atas.
Namun diungkapkannya, ia tidak terlalu tahu secara pasti ada salah satu peserta yang pingsan hingga akhirnya meninggal di rumah sakit. Hanya, dari kabar yang didapat kegiatan itu dihentikan atas peristiwa itu.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore