Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Agustus 2018 | 17.19 WIB

Kambing Didandani dan Diarak Sebelum Disembelih

HEWAN KURBAN: Arak-arakan kambing menjadi tradisi turun-temurun di Temanggungan, Kota Malang - Image

HEWAN KURBAN: Arak-arakan kambing menjadi tradisi turun-temurun di Temanggungan, Kota Malang

JawaPos.com - Warga Temanggungan, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang mempunyai tradisi unik pada saat Idul Adha. Yakni, arak-arakan kambing. Sebelum disembelih, kambing-kambing kurban diarak keliling kampung.


Rabu (22/8) pagi seleoas salat ied, warga berkumpul di sekitaran rumahnya. Mereka membawa kambing kurban yang akan diarak keliling kampung. Salah satu kambing yang menjadi maskot didandani dengan mengenakan kalung berbahan kain berwarna merah.


Setelah semuanya siap, tradisi arak-arakan kambing pun dimulai. Menariknya, kambing-kambing itu tidak diarak dengan berjalan. Melainkan dengan berlari sembari dipegang warga. Setidaknya ada 64 kambing jenis etawa yang diarak berkeliling.


Para warga yang melihat langsung menyingkir untuk menghindari kambing-kambing yang berlari. Suasana menjadi riuh. Beberapa kambing bahkan ada yang tidak mau berlari dan harus ditarik dulu pemiliknya.


Ada pula kambing yang sempat terjatuh karena berdesak-desakan dengan kambing lainnya. Hal itupun menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang melihat.


Rute arak-arakannya mulai dari Jalan Gatot Subroto-Jalan Aris Munandar-Jalan Zainul Arifin- Jalan KH Ahmad Dahlan-kembali ke jalan Gatot Subroto melewati perkampungan.


Ketua Panitia Arak-arakan Kambing Ainul yakin, 25, mengatakan, tradisi ini sudah ada sejak 1976 lalu. "Sudah turun temurun dari nenek moyang," ujarnya di sela-sela kegiatan.


Tujuan dari digelarnya arak-arakan hewan kurban yakni sebagai syiar. "Nanti kalau disembelih, darahnya bisa keluar dengan lancar," katanya.


Selain itu, arak-arakan kambing juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi. "Mengajak orang-orang biar antusias menjaga tradisi, jaga warisan," terangnya.


Setelah diarak, kambing-kambing tersebut kemudian didoakan sebelum akhirnya disembelih. Di sela arak-arakan, panitia juga sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hal itu sebagai bentuk perayaan HUT ke-73 RI. "Panitia ada konsep menyambut hari kemerdekaan. Jadi dirayakan kayak karnaval," jelasnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore