
Ilustrasi
JawaPos.com – Dua bocah SD di Kota Serang, Banten, diduga menjadi korban pencabulan. Ironisnya, pelaku pencabulan diduga dua bocah lelaki yang juga masih SD. Korban berinsial A, 6, dan E, 6, siswa kelas I SD di Kota Serang. Sedangkan diduga pelakunya J dan W.
Kasus masih diproses kepolisian. Polisi akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang untuk penyidikan. Sebab, pelaku merupakan anak-anak yang masih berusia di bawah 12 tahun.
“Kasusnya sudah kita tindak lanjuti. Kita masih koordinasi dengan P2TP2A untuk menunggu rekomendasi proses penyidikannya,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin saat ditemui di kantornya, Kamis (19/7).
Dikatakan Komarudin, penyidik sudah memeriksa dua terduga pelaku berinisial J dan W. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua bocah kelas V SD tersebut tega melakukan tindakan tidak senonoh kepada korban karena terpengaruh tayangan video pornografi.
“Hasil analisa sementara dari penyidik, pelaku melakukan tindakan itu karena terpengaruh tontonan video porno di internet. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya,” tutur Komarudin.
Kendati demikian, polisi tidak bisa melakukan penahanan terhadap pelaku lantaran masih berstatus anak di bawah umur. Namun, Komarudin memastikan proses hukum berlanjut.
“Jadi, bukan enggak bisa diproses hukum. Proses hukum tetap berjalan, hanya tidak dilakukan penahanan karena pelaku di bawah umur. Kita hanya menyampaikan fakta-fakta betul ada dugaan pencabulan. Terkait perkaranya, nanti bagaimana hakim yang memberi keputusan,” tuturnya.
Ia memastikan penyidik telah mengirimkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) kepada kedua orangtua korban. Kepada orangtua korban, polisi juga sudah memberikan pemahaman bahwa proses pemeriksaan terhadap pelaku harus mempertimbangkan aspek psikologis.
“Ini yang harus dipahami orangtua korban. Penyidik tidak bisa memeriksa pelaku kalau sendiri, harus ada pendampingan. Makanya, kita masih menunggu rekomendasi dari P2TP2A,” ungkap Komarudin.
Radar Banten (Jawa Pos Group) melaporkan, dua bocah lelaki yang masih tetangga korban itu dituduh mencabuli korban di lapangan yang berada tidak jauh dari rumah korban.
“Kejadiannya sekitar bulan puasa. Malam, pas mau tarawih. Awalnya, saya enggak percaya, mana mungkin anak kecil bisa melakukan hal itu. Tapi, anak saya pas pulang, nangis-nangis. Katanya disetubuhi,” kata AS, ibu kandung A ditemui di kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, Rabu (18/7).
AS mengaku tidak pernah menaruh curiga terhadap kedua anak lelaki tetangganya itu. Soalnya, anak korban kerap bermain bersama dengan terduga pelaku.
“Waktu itu anak saya lagi main sama yang (anak-red) lain. Terus anak saya diajak sama dua orang ini (J dan W-red),” tutur AS.
Perbuatan cabul dua pelajar kelas V SD itu terbongkar lantaran kedua korban menangis seusai pulang dari lapangan. Tangisan korban memancing perhatian warga sekitar. AS juga penasaran atas penyebab putrinya menangis. “Saya juga baru tahu setelah anak saya pulang ke rumah. Dia nangis dan ngeluh ke saya bagian intimnya sakit,” beber AS.
Pengakuan kedua korban mengenai peristiwa pencabulan itu segera menyebar ke warga sekitar. Sabtu (9/6) malam, orang tua kedua korban sepakat melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Serang Kota. “Kita juga sudah visum ke rumah sakit,” kata AS.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
