
Suciaty saat ditemui di Polsek SU I Palembang.
JawaPos.com - Tersangka tunggal kasus pembunuhan, Suciaty, 37, kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Seberang Ulu (SU) 1 Palembang. Dia membunuh suaminya Isnadi, 39, lantaran sakit hati.
Suciaty yang dihantui rasa sedih dan menyesal berpesan kepada anaknya untuk mengubur dan mendoakan lelaki dengan empat orang anak tersebut.
"Anak-anak saya sudah datang menjenguk saya ke Polsek. Saya pesen untuk kuburkan dan doakan Bapak agar tenang di sana," kata Suciaty berurai air mata saat ditemui di Polsek SU 1 Palembang, Senin (12/3).
Ibu empat anak itu mengaku, sudah takdir sehingga harus dijalani dengan penuh sabar. Dia juga mengaku bahwa anak-anak tidak menyalahkan dirinya karena telah membunuh ayah mereka. Sebab, anaknya sudah tahu kalau perbuatan pelaku didasari ulah suaminya selama ini.
"Sabar be, Mak. Bukan kendak emak, memang salah bapak," terang Suci menirukan ucapan anaknya.
Sebenarnya, Suciaty mengaku sayang terhadap suaminya. Meskipun suaminya bekerja serabutan, suka minum alkohol, serta pemakai narkoba. Hal ini dikarenakan suaminya sebatang kara, sehingga hanya dirinya yang mengurus suaminya.
Namun, kelakuan kasar membuat ibu empat orang anak ini yang membuat Suciaty nekat mengambil tindakan tersebut.
Dia menceritakan, Isnadi merupakan cinta pertamanya dan menikah 22 tahun silam. Setelah menikah tiga bulan kelakukan suaminya mulai terlihat.
Seperti gara-gara hal sepele, suaminya tega melakukan pemukulan. Bahkan, pernah suatu waktu menggunakan pisau sehingga menyebabkan luka di leher dan sempat mengalami patah tulang. Namun, ia tetap mempertahankan rumah tangga demi anaknya.
Kelakukan tersebut semakin menjadi sejak sang suami mengenal selingkuhannya. Bahkan, setelah melakukan pemukulan, suaminya pun tidak pernah minta maaf dan jarang pulang.
"Saya juga sudah sering minta cerai tapi malah diancam, kemudian saya lapor polisi tapi tidak pernah ditanggapi. Jadi saya berharap selama ini dapat berubah tapi nyatanya tidak pernah berubah malah semakin parah," ujarnya.
Suciaty juga mengaku selingkuhan suaminya berinisial H tinggal tidak jauh dari rumah mereka. Semula, dirinya tidak percaya pembicaraan tetangga yang mengatakan bahwa suaminya selingkuh. Hingga akhirnya malah tepergok sedang tidur bareng dengan selingkuhannya.
Namun, justru dirinya yang dimarahi suaminya. Hingga saya dipukul dan dibenturkan ke dinding.
"Saya sempat istighfar tiga kali sebelum melakukan (pembunuhan) ini Pak, tapi saya teringat anak saya jika ia (suami) tidak meninggal maka akan berbahaya bagi anak dan saya," tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim Ipda Alkap mengaku sejauh ini proses hukumnya masih dalam tahap penyidikan dan penyelidikan. Untuk pemeriksaan kejiwaan menurutnya, pelaku dalam kondisi sehat dan tidak ada gangguan jiwa. Hanya memang dikarenakan tertekan karena menerima siksaan sehingga melakukan perbuatan tersebut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
