Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Maret 2018 | 00.37 WIB

Kisah Segantang Lada, Lagu Melayu yang Lebih Populer di Singapura

Rumah Adat Melayu Kepri - Image

Rumah Adat Melayu Kepri

JawaPos.com - Lagu Segantang Lada adalah satu dari beberapa lagu Melayu yang populer di era tahun 70an. Bersama lagu Tanjung Katung, Sayang Serawak, Lancang Kuning, dan Sayang Musalmah, lagu-lagu ini lebih populer di negara tetangga Malaysia dan Singapura pada masa itu.


Lagu yang beriringan dengan senandung musik gendang dan biola, yang merupakan musik khas melayu ini hanya dapat didengar oleh beberapa daerah di Kepri yang kala itu masih tergabung dalam Provinsi Riau.


Itu pun melalui saluran atau siaran radio dari Malaysia atau Singapura.
Kondisi itu memang disebabkan di beberapa kawasan di Kepri memang belum tersentuh siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang.


Pakar Bahasa yang sekaligus Budayaan melayu Abdul Malik menuturkan, dari beberapa lagu yang populer kala itu, lagu Segantang Lada memiliki kedekatan sendiri dengan masyarakat Melayu Kepri. Hal itu dikarenakan, lagu ini dibuat oleh seorang seniman yang berasal dari Daerah Daik, Kabupaten Lingga, Kepri.


Walaupun lagu itu dipopulerkan oleh A. Ramli, seorang penyanyi Melayu asal Singapura yang terkenal pada era 60-an-70-an. "Waktu itu saya di Karimun, kampung saya. Di sana waktu itu siaran RRI Tanjungpinang tak bisa ditangkap. Kami justru mendengarnya dari radio Singapura dan Malaysia. Segantang Lada itu penciptanya Drs. H. Mohd. Daud Kadir, asal Daik," kata Malik ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/3) kemarin.


Lebih jauh, Abdul Malik yang juga Dosen Bahasa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang ini mengungkapkan bahwa, lirik lagu Segantang Lada sangat merefresentasikan Provinsi Kepri. Salah satu liriknya:


'Segantang lada namanya Kepulauan Riau
Ibu kotanya di pulau Bentan
Hatiku resah dan risau
Bila memandang wajahmu tuan'


Segantang lada sendiri merupakan julukan dari daerah di Kepri yang terdiri dari banyak pulau. Sampai saat ini, Kepri dikenal dengan Provinsi Segantang Lada. Di dalam lirik tersebut juga tersirat rasa cinta tanah air, meskipun berada jauh di tempat orang, namun tetap merindukan kampung halaman.


Tidak hanya itu, Kelebihan lain dari lagu ini karena ia menampilkan sisi kelembutan sebagai simbolik dari jiwa Melayu. "Dimana pun kita berada (merantau), kampung halaman tetap tempat yg terbaik bagi kita,"kata Malik lagi.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore