
Komdigi targetkan 20 ribu talenta digital di Jatim, libatkan kampus dan industri. (Septian Nur Hadi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan talenta digital. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah prioritas dengan target puluhan ribu talenta digital pada tahun ini (2026).
Agar terelalisasi, Komdigi tidak mau bekerja sendirian. Kolaborasi dengan akademisi serta universitas dan pondok pesantren semakin dimaksimalkan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, target yang dicanangkan Pemprov Jawa Timur menunjukkan keseriusan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi digital. Tahun ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan mencetak 20 ribu talenta digital.
Kementerian Komdigi menyatakan, akan segera bergerak cepat merealisasikan target tersebut dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. mulai dari perguruan tinggi, akademisi, hingga perusahaan teknologi kelas dunia.
"Ini tentu melibatkan kampus, para akademisi, serta perusahaan-perusahaan global untuk melatih talenta-talenta digital di Jawa Timur. Fokusnya nanti bisa spesifik. Bisa ke teknologi kesehatan atau sektor prioritas lain sesuai arahan Ibu Gubernur," kata Meutya di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1) sore.
Selain pengembangan talenta, Meutya menyinggung kebijakan perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah pusat telah menyiapkan aturan yang menunda akses anak untuk membuat akun media sosial dan mengakses Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) hingga usia 16 tahun.
Kebijakan menurut dia, tersebut sejalan dengan tren global. Sejumlah negara, termasuk di Eropa, mulai membahas kebijakan serupa. Indonesia menjadi salah satu negara yang lebih dulu memiliki regulasi khusus.
"Aturan ini sudah ditandatangani Presiden dan insyaallah akan mulai diimplementasikan dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini kami sedang menyiapkan mekanisme pengukuran, peraturan menteri, dan teknis pelaksanaannya," ujar Meutya.
Dia menjelaskan, penetapan batas usia 16 tahun dinilai akan lebih efektif jika diikuti dengan upaya mengurangi adiksi gawai pada anak. Termasuk pembatasan penggunaan gawai saat kegiatan belajar di sekolah. Dalam hal ini, peran pemerintah daerah menjadi krusial.
"Di Jawa Timur, praktik pembatasan gawai di sekolah sebenarnya sudah berjalan. Saya berharap bisa diturunkan hingga tingkat kabupaten dan kota," ucap Meutya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
