
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan update data korban bencana di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar sampai Jumat malam (28/11). (BNPB)
JawaPos.com - Banjir yang merendam wilayah Kudus, Jawa Tengah (Jateng) berdampak signifikan. Sebanyak 38 desa di 7 kecamatan terendam, 5.890 rumah terdampak, dan 1.805 warga terpaksa mengungsi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto telah meninjau lokasi terdampak bencana tersebut pada Jumat (16/1). Dia menekankan pentingnya normalisasi Sungai Juwana.
Hal itu disampaikan oleh Suharyanto setelah berdialog dengan para korban terdampak. Menurut dia, kebutuhan dasar untuk para pengungsi sudah terjamin. Namun, mereka menginginkan solusi jangka panjang agar banjir tidak berulang. Untuk itu, diperlukan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana di Kudus. Para korban terdampak banjir berharap besar agar sungai tersebut bisa dinormalisasi.
”Ada satu hal tadi yang menjadi keluhan warga masyarakat terdampak di Kabupaten Kudus. Kebutuhan dasar mereka, mereka tidak perlukan, artinya terjamin. Tetapi, mereka meminta normalisasi Sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari,” kata Suharyanto usai melakukan rapat koordinasi di Kantor DPRD Kudus hari ini.
Atas permintaan tersebut, BNPB langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan jangka panjang DAS Juwana. Suharyanto menyebut, sejatinya normalisasi Sungai Juwana telah menjadi program dan perhatian BBWS. Langkah itu dipastikan akan tetap dan terus menjadi atensi sesuai dengan harapan masyarakat Kudus.
”Kali Juwana, normalisasinya yang utama untuk jangka menengah-jangka panjangnya ini bisa segera terealisasi, sehingga tahun depan itu tidak terjadi lagi banjir di titik atau daerah yang sama seperti saat ini,” ujarnya.
Berdasar data dari BNPB, banjir yang terjadi di Kudus juga menyebabkan 11 tempat ibadah dan 45 fasilitas pendidikan terendam. Sementara jumlah korban jiwa sebanyak 2 orang yang disebabkan oleh kecelakaan air. Selain itu banjir, juga terjadi longsor di 127 titik yang tersebar di 14 desa. Akibatnya seorang korban meninggal dunia.
”Fenomena angin kencang juga terjadi dan berdampak di 15 desa. Puluhan pohon tumbang menghalangi jalan raya, menimpa rumah warga dan kendaraan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi.
BNPB memastikan bahwa rangkaian bencana alam tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat. Untuk itu, kepala BNPB datang langsung ke Kudus. Dalam kunjungannya, dia menemui para pengungsi yang berada di aula gedung DPRD Kudus. Di lokasi itu ada sebanyak 697 pengungsi yang terdiri atas 291 laki-laki dan 396 perempuan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
