Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu
JawaPos.com-Erupsi dahsyat Gunung Semeru pada Rabu (19/11) tidak hanya merusak ratusan rumah warga, tetapi juga pada fasilitas umum, seperti SD Negeri Supiturang 2 di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Sekolah tempat 94 siswa menuntut ilmu itu hancur total diterjang Awan Panas Guguran (APG). Semua 'lenyap'. Kondisi ini menuai perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (RI), Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai inventarisasi sekolah mana saja di Kabupaten Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru.
"Tetapi prinsipnya begini, kami akan berusaha paling tidak pada tahap awal nanti mendirikan sekolah-sekolah darurat dulu agar anak-anak bisa belajar," tutur Mu'ti seusai memimpin Upacara Hari Guru di Surabaya, Selasa (25/11).
Kemudian bagi sekolah yang mengalami rusak berat, seperti SD Negeri Supiturang 2, Kemendikdasmen akan memprioritaskan pembangunan tahun depan dari dana revitalisasi tahun 2026.
Ketika ditanya berapa anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut anggaran 2026 sedikit menurun dari tahun sebelumnya, yakni 2025.
"Revitalisasi 2026 memang agak turun, tahun ini (2025) kan Rp 16,9 triliun, tahun depan hanya Rp 14 triliun, sasaran kami tahun 2025 itu (revitalisasi) 16.140 (sekolah). Tahun ini untuk sementara masih sekitar 11.000," imbuhnya.
"Mudah-mudahan nanti bisa dapat tambahan lagi di bulan-bulan depan lah gitu. Sementara sekarang sudah disetujui jumlahnya seperti itu," lanjut Sekretaris Umum Pengurus Pusat (Sekum PP) Muhammadiyah tersebut.
Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Senin malam (24/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 418 jiwa, dengan 3 jiwa mengalami luka bakar.
Para pengungsi tersebar di dua lokasi, yakni SD Negeri Supiturang 4 dan SMP Negeri 2 Pronojiwo. Selain itu, ratusan hewan ternak, yakni 4 ekor sapi dan 168 ekor domba juga dilaporkan mati karena erupsi Gunung Semeru. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
