
Potret puluhan rumah di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang yang terdampak cukup parah erupsi Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) lalu, berdampak pada kehidupan ratusan warga yang tinggal di sekitar. Puluhan rumah di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang juga rusak parah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memperpanjang status tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru, selama tujuh hari ke depan, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025.
“Meski status tanggap darurat sebelumnya telah berakhir, dampak erupsi masih dirasakan warga dan berpotensi mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat,” tutur Indah dalam keterangannya, Selasa (25/11).
Perpanjangan status tanggap darurat Erupsi Gunung Semeru ini tercantum dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/610/KEP/427.12/2025, di mana penanggulangan harus tetap dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
"Perpanjangan status tanggap darurat ini bukan sekadar prosedur administratif, tetapi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih ada," imbuhnya.
Keputusan itu juga menjadi dasar hukum bagi seluruh perangkat daerah, terutama BPBD, untuk melanjutkan upaya penanganan darurat, memperbaiki infrastruktur, serta memastikan perlindungan bagi warga terdampak.
“Semua pihak harus bersinergi, mulai dari aparat daerah, relawan, hingga masyarakat, agar penanganan pasca bencana (Erupsi Gunung Semeru) berjalan lancar dan tepat sasaran,” tegas pejabat yang akrab disapa Bunda Indah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Indah meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga keselamatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna mengurangi risiko selama masa tanggap darurat.
Pemkab Lumajang menjamin bantuan dan layanan darurat tetap berjalan bagi warga terdampak, mulai dari akses kesehatan, fasilitas evakuasi, hingga pemulihan infrastruktur pasca bencana.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin, dan saling mendukung (selama masa tanggap darurat bencana Erupsi Gunung Semeru),” tukas Indah.
Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Senin malam (24/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 418 jiwa, dengan 3 jiwa mengalami luka bakar.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
