Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 November 2025 | 16.18 WIB

Jaga Jogja Damai, Kapolri Hadiri Apel Srawung Agung dan Dorong Kolaborasi Jaga Warga

Kapolri Listyo Sigit Prabowo (dua dari kiri) saat menghadiri upacara Srawung Agung di Jogjakarta. (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo (dua dari kiri) saat menghadiri upacara Srawung Agung di Jogjakarta. (Mabes Polri)

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai di Mapolda DIY. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang libur akhir tahun.

Apel besar tersebut diikuti sekitar 3.500 peserta yang terdiri dari 1.000 orang terpusat di Mapolda dan 2.500 lainnya tersebar di lima Polres jajaran. Kehadiran para peserta dari berbagai wilayah menjadi simbol kuatnya gerakan kolektif menjaga harmoni sosial di Yogyakarta.

Dalam amanatnya, Sultan mengapresiasi pemberian 10.000 rompi Jaga Warga dari Kapolri yang disebut sebagai lambang keteduhan dan kedekatan polisi dengan masyarakat. Ia menilai bahwa simbol tersebut menegaskan peran Jaga Warga sebagai penjaga harmoni, bukan sumber ketakutan.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya titipkan harapan, agar Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni; menjadi sahabat masyarakat; dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial,” kata Sultan di Mapolda DIY, Jumat (21/11/2025).

Sultan menambahkan bahwa kolaborasi Jaga Warga dan Polri menjadi fondasi penting bagi terciptanya suasana aman dan tertib di seluruh wilayah Yogyakarta. Ia meyakini bahwa sinergi tersebut akan semakin memperkuat kualitas kamtibmas yang selama ini menjadi ciri khas DIY.

“Akhirnya, bila Polri bekerja dengan tata, titi, tatas, titis, dan Jaga Warga melangkah dengan tanggap, tangguh, tuntas, maka Yogyakarta akan senantiasa berada pada suasana titi tentrem, karta raharja, aman, tertib, makmur, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolri menyebut bahwa kegiatan ini merupakan simbol keterlibatan masyarakat dalam menjaga pranata sosial yang telah hidup sejak lama. Ia menjelaskan bahwa kearifan lokal seperti Jaga Warga adalah modal sosial yang sangat penting dalam mendorong keteraturan.

“Ini adalah warisan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat yang sudah ada sejak dulu. Ini terus ditumbuhkan dan dikembangkan,” ucap Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak mungkin bekerja sendiri sehingga kolaborasi dengan masyarakat menjadi keharusan. Ia mengingatkan jajaran kepolisian daerah agar terus merawat sinergi bersama kelompok Jaga Warga di berbagai tingkatan.

“Saya minta kepada jajaran Polres, Polsek, keluarahan agar berkolaborasi dan bersinergi dengan jaga warga. Ini adalah kekuatan bersama untuk menjaga keteraturan bersama di Kota DIY,” tutup Sigit.

Jika butuh versi yang lebih formal atau versi untuk rilis instansi, tinggal bilang saja.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore