Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2023 | 23.33 WIB

Polisi Berharap Tato Naga Korban Mutilasi Dikenali untuk Ungkap Identitas

Kepala Polresta Surakarta Kombespol Iwan Saktiadi. - Image

Kepala Polresta Surakarta Kombespol Iwan Saktiadi.

JawaPos.com–Kepolisian Resor Kota Surakarta berharap hasil otopsi ditemukan tanda khusus tato gambar naga di potongan tubuh korban mutilasi di wilayah Solo dan Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah, ada masyarakat yang mengenali sehingga bisa mengungkap identitasnya.

”Kami berharap informasi dari hasil otopsi oleh Tim Forensik itu, tato naga di tubuh dan lengan korban dapat dikenali warga sehingga dapat mengungkap identitas korban mutilasi,” kata Kepala Polresta Surakarta Kombespol Iwan Saktiadi seperti dilansir dari Antara di Solo, Selasa (23/5).

Kapolres mengatakan, arah penyidikan tersebut masih menunggu identitas jenazah korban mutilasi. Langkah Polresta Surakarta dengan Polres Sukoharjo sudah menghubungi dari Forensik atau Dokter Polisi Polda Jateng. Pihaknya bekerja sama dengan Polres Sukoharjo sudah menghubungi dari Forensik atau Dokpol untuk melakukan otopsi.

Otopsi sudah dilakukan dengan kondisi potongan tubuh manusia bisa dikatakan hampir seluruhnya sudah lengkap. Jadi menyusun tubuh manusia itu lengkap dari mulai bagian kepala, badan bagian atas, tangan, lengan, kaki, badan bagian bawah sudah lengkap.

”Ada ciri-ciri yang sudah kami sampaikan sebelumnya ada tato bergambar naga di punggung dan lengan kanan. Hal itu, data spesifik lain yang secara ilmu forensik acap kali digunakan untuk mengidentifikasi masih menunggu proses,” ujar Iwan Saktiadi.

Dia berharap dengan data-data itu, ada masyarakat yang mengenali sehingga polisi dapat menelusuri untuk mengungkap identitas korban.

”Jika identitas itu, sudah muncul, polisi akan telusuri lebih lanjut dari mungkin pihak keluarga, rekan-rekan, atau di mana terakhir terpantau mungkin ada alat komunikasi dan lain sebagainya,” papar Iwan Saktiadi.

Namun, pihaknya hingga saat ini masih menunggu kelanjutan dari forensik. Yang jelas hasil keterangan dari forensik kondisi korban meninggal terlebih dahulu baru dipotong-potong.

Polresta Surakarta sebelumnya mengatakan hasil otopsi tim forensik di RSUD Moewardi menyatakan, potongan tubuh manusia yang ditemukan di sungai di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, merupakan jenis kelamin laki-laki berusia sekitar 40 tahun. Menurut Kapolresta, sebanyak tujuh potongan tubuh manusia ditemukan di lokasi kejadian di Sukoharjo dan Solo, pada Minggu (21/5) hingga Senin (22/5).

Dia menambahkan, terdapat tato bergambar naga di punggung kanan dan lengan kanan. Waktu kematian korban diperkirakan pada Kamis (18/5) hingga Jumat (19/5) serta korban semasa hidupnya merupakan seorang perokok.

”Hasil otopsi dipastikan potongan kepala dan tubuh lain merupakan satu rangkaian. Walaupun masih ada bagian potongan tubuh yang belum ditemukan, tetapi dipastikan satu rangkaian,” jelas Iwan Saktiadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore