
Yehezkiel Ijam dan Janeeta Najmi tersentuh usai mendengarkan lagu Virgoun.
JawaPos.com - Siswa-siswi kelas 2 SMP 4 Samarinda diperdengarkan lagu berjudul 'Saat Kau Telah Mengerti' milik penyanyi Virgoun oleh gurunya bernama Rakhmad Syarif melalui YouTube. Anak-anak itu tiba-tiba menunduk tanpa perlu dikomando. Mereka nyaris mengeluarkan air mata merasakan kesedihan.
Mereka sedih mendengarkan lagu Virgoun ini lantaran teringat akan pengobanan dan perjuangan orang tua mereka yang berusaha memberikan yang terbaik untuk diri mereka.
Mengawali proses belajar mengajar, Rakhmad Syarif memang mengajarkan para peserta didiknya untuk senantiasa mendoakan orang tua mereka.
"Karena orang tua, kita bisa ada di sini. Berkat doa orang tua kita akan bisa menjadi sukses. Pak Syarif bisa seperti sekarang karena doa dari orang tua," kata Syarif memotivasi siswa-siswinya untuk selalu mendoakan kedua orang tua mereka di SMP 4, Senin (22/5).
"Orang tua tidak ingin kalian gagal. Usahakan untuk kalian selalu menyayangi dan mendoakan kedua orang tua kalian," imbuhnya.
Salah satu siswa bernama Yehezkiel Ijam menyampaikan bahwa dirinya dan sejumlah teman-temannya sedih usai diperdengarkan lagu Virgoun dan hampir saja menangis lantaran teringat akan orang tuanya ketika diperdengarkan lagu Virgoun melalui YouTube.
"Kita teringat sama orang tua. Pak Syarif memang selalu mengajarkan kita untuk mengingat kebaikan dan mendoakan orang tua," kata Yehezkiel Ijam.
Siswi SMP 4 lainnya, Janeeta Najmi Kamilia Ramadhan, menyampaikan hal senada. Dia mengaku tersentuh usai mendengarkan lagu Virgoun yang lirik lagunya dibuat khusus untuk anaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Rakhmad Syarif mempraktikkan metode pengajaran yang menyenangkan kepada para siswa dan siswi setelah mendapatkan pelatihan dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) berupa Professional Development Program (PDP) untuk para guru TK, SD dan SMP di Samarinda yang merupakan program turunan dari inisiatif School Development Outreach (SDO).
Syarif terpilih menjadi salah satu dari 30 guru di Samarinda yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama satu tahun untuk mempraktekkan materi yang telah mereka terima dari PSF. Tak hany itu, mereka juga diharapkan dapat mentransmisikan pola pembelajaran ini kepada guru-guru lainnya.
Pda saat mengajar, Syarif melakukan sejumlah cara untuk menciptakan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan kepada para siswa dan siswi. Mulai dari mengajak siswa dan siswi membaca cerita di buku dan siswa diminta mengungkapkan isi dari apa yang dibaca, melakukan game,melatih konsentrasi siswa dan siswi, hingga belajar berkelompok.
Metode pembelajaran yang menyenangkan ini berhasil saat diajarkan oleh Syarif dengan cukup baik. Hal itu dirasakan oleh salah satu siswanya yakni Yehezkiel Ijam.
"Cara penyampaian Pak Syarif nggak bikin ngantuk. Kita senang ada game dan segala macam," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
