Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Mei 2023 | 13.24 WIB

Mendengarkan Lagu Virgoun, Pelajar SMP di Samarinda Mendadak Sedih

Yehezkiel Ijam dan Janeeta Najmi tersentuh usai mendengarkan lagu Virgoun. - Image

Yehezkiel Ijam dan Janeeta Najmi tersentuh usai mendengarkan lagu Virgoun.

JawaPos.com - Siswa-siswi kelas 2 SMP 4 Samarinda diperdengarkan lagu berjudul 'Saat Kau Telah Mengerti' milik penyanyi Virgoun oleh gurunya bernama Rakhmad Syarif melalui YouTube. Anak-anak itu tiba-tiba menunduk tanpa perlu dikomando. Mereka nyaris mengeluarkan air mata merasakan kesedihan.

Mereka sedih mendengarkan lagu Virgoun ini lantaran teringat akan pengobanan dan perjuangan orang tua mereka yang berusaha memberikan yang terbaik untuk diri mereka.

Mengawali proses belajar mengajar, Rakhmad Syarif memang mengajarkan para peserta didiknya untuk senantiasa mendoakan orang tua mereka.

"Karena orang tua, kita bisa ada di sini. Berkat doa orang tua kita akan bisa menjadi sukses. Pak Syarif bisa seperti sekarang karena doa dari orang tua," kata Syarif memotivasi siswa-siswinya untuk selalu mendoakan kedua orang tua mereka di SMP 4, Senin (22/5).

"Orang tua tidak ingin kalian gagal. Usahakan untuk kalian selalu menyayangi dan mendoakan kedua orang tua kalian," imbuhnya.

Salah satu siswa bernama Yehezkiel Ijam menyampaikan bahwa dirinya dan sejumlah teman-temannya sedih usai diperdengarkan lagu Virgoun dan hampir saja menangis lantaran teringat akan orang tuanya ketika diperdengarkan lagu Virgoun melalui YouTube.

"Kita teringat sama orang tua. Pak Syarif memang selalu mengajarkan kita untuk mengingat kebaikan dan mendoakan orang tua," kata Yehezkiel Ijam.

Siswi SMP 4 lainnya, Janeeta Najmi Kamilia Ramadhan, menyampaikan hal senada. Dia mengaku tersentuh usai mendengarkan lagu Virgoun yang lirik lagunya dibuat khusus untuk anaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Rakhmad Syarif mempraktikkan metode pengajaran yang menyenangkan kepada para siswa dan siswi setelah mendapatkan pelatihan dari Putera Sampoerna Foundation (PSF) berupa Professional Development Program (PDP) untuk para guru TK, SD dan SMP di Samarinda yang merupakan program turunan dari inisiatif School Development Outreach (SDO).

Syarif terpilih menjadi salah satu dari 30 guru di Samarinda yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama satu tahun untuk mempraktekkan materi yang telah mereka terima dari PSF. Tak hany itu, mereka juga diharapkan dapat mentransmisikan pola pembelajaran ini kepada guru-guru lainnya.

Pda saat mengajar, Syarif melakukan sejumlah cara untuk menciptakan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan kepada para siswa dan siswi. Mulai dari mengajak siswa dan siswi membaca cerita di buku dan siswa diminta mengungkapkan isi dari apa yang dibaca, melakukan game,melatih konsentrasi siswa dan siswi, hingga belajar berkelompok.

Metode pembelajaran yang menyenangkan ini berhasil saat diajarkan oleh Syarif dengan cukup baik. Hal itu dirasakan oleh salah satu siswanya yakni Yehezkiel Ijam.

"Cara penyampaian Pak Syarif nggak bikin ngantuk. Kita senang ada game dan segala macam," tuturnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore