
DIMAKAMKAN: MHD, bocah 10 tahun dan masih kelas 3 SD menjadi korban pengeroyokan tewas, setelah dikeroyok dua kali oleh seniornya.
JawaPos.com - Kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang siswa kelas II SD di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, telah menyita perhatian semua kalangan.
Kali ini, Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota, turun gunung untuk menangani kasus meninggalnya MHD, 9, yang diduga di keroyok oleh kakak kelasnya saat sekolah.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota langsung melakukan pengecekan dan mendatangi pihak keluarga korban. Setelah itu, langsung melakukan penyelidikan lebih dalam. Ini sengaja dilakukan agar terdapat titik terang terkait penyebab kematian korban.
“Saat ini, kasusnya sedang dalam proses penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta penyebab meninggalnya MHD itu,” kata Yanto seperti dikutip Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), Senin (22/05).
Ketika disinggung mengenai kronologis, MHD yang diduga dikeroyok oleh kakak kelasnya saat di sekolah, Yanto mengaku belum bisa menjawab secara jelas. Sebab, perkaranya masih dalam proses penyelidikan.
“Kami belum bisa memberikan keterangan secara jelas yah, soal kronologisnya. Makanya, untuk mengetahui penyebabnya, kami sedang melakukan
pemeriksaan saksi-saksi. Nah, saat ini baru kita periksa tiga saksi dan itu semua dari pihak keluarga korban,” paparnya.
Setelah melakukan pemeriksaan saksi dari pihak keluarga korban, sambung Yanto, maka melanjutkan akan dilakukan pemeriksaan kembali pada pihak sekolah dan pihak terkait lainnya. “Ini akan kami lakukan. Karena, berdasarkan pemeriksaan sementara dari pihak keluarga korban, bahwa MHD ini diduga dikeroyok saat berada di sekolah,” imbuhnya.
Untuk memastikan kematian korban, Polres Sukabumi Kota telah menyarankan kepada pihak keluarga korban untuk melakukan autopsi kepada jasad korban. Namun, pihak keluarga menolaknya dan hingga akhirnya pihak keluarga membuatkan surat penolakan autopsi.
Sementara ketika ditanya mengenai luka-luka yang didapat pada jasad korban, tepatnya saat orangtua korban yang membawa MHD ke rumah sakit sebelum meninggal dunia ia, menjawab bahwa Polres Sukabumi Kota sudah melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit. Bukan hanya itu, ia juga mengaku sudah mengirimkan surat untuk permohonan hasil visum at revertum. Namun, hasilnya hingga saat masih belum keluar.
“Sampai saat ini pihak rumah sakit belum bisa memberikan informasi tersebut dan nanti akan disampaikan melalui surat. Mohon doanya saja yah, semoga kasus ini cepat terungkap penyebab kematian korban,” pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
