
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah di Jabar agar para guru tidak menggunakan hukuman fisik kepada siswa-siswi. Langkah ini diambil setelah ia mengaku menyelesaikan langsung kasus perselisihan antara seorang guru dan orang tua murid.
Kasus penamparan antara guru dan murid sempat ramai menjadi perbincangan publik, setelah terjadinya peristiwa di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Penamparan itu terjadi setelah siswa kedapatan merokok.
“Pagi tadi saya mendamaikan guru dan orang tua siswa yang berselisih karena anaknya ditampar,” kata KDM dalam media sosial Instagram, dikutip Minggu (8/11).
Ia menegaskan, persoalan tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh tenaga pendidik agar lebih berhati-hati dalam menegakkan kedisiplinan di sekolah. Ia pun menegaskan, surat edaran tersebut menekankan agar guru memberikan hukuman yang bersifat mendidik dan tidak berpotensi melanggar hukum.
“Saya membuat surat edaran kepada para guru kalau anaknya nakal itu cukup diberi hukuman yang mendidik, bersihin halaman, toilet, kemudian ngecat tembok, bersihin kaca, ngurus sampah, tidak boleh hukuman fisik,” tegasnya.
Ia mengingatkan, hukuman fisik bisa menimbulkan risiko hukum karena telah diatur oleh undang-undang. Karena itu, KDM mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik yang menghadapi masalah di lapangan.
“Kemudian yang kedua, di Jawa Barat itu sebenarnya sudah ada 200 pengacara yang mendampingi guru SMA dan SMK,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik anak. Untuk itu, pemerintah provinsi telah menyiapkan mekanisme kesepakatan bersama antara sekolah dan wali murid.
“Kemudian yang ketiga, sudah ada surat pernyataan dari seluruh orang tua siswa, manakala anaknya tidak mau mengikuti kedisiplinan sekolah, tidak mau menerima sanksi di sekolah maka dia akan dikembalikan ke orang tua siswa,” pungkasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
