
Rumah warga terdampak pohon tumbang akibat angin kencang di Padang Pariaman, Sumbar. (BNPB)
JawaPos.com-Cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa daerah Indonesia. Hujan disertai angin kencang menyebabkan kerusakan hingga bencana banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa monitoring dilakukan terhadap banjir di Lumajang dan Tolitoli. Selain itu cuaca ekstrem di Padang Pariaman juga tidak lepas dari pantauan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, banjir melanda Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim); pada Jumat malam (24/10). Air dilaporkan masuk dan merendam permukiman warga mulai pukul 20.53 WIB.
Banjir tersebut disebabkan hujan deras. Sebanyak 395 rumah warga terdampak.
”Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang melakukan monitoring dan asesmen di lokasi kejadian. Petugas juga memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa 1.200 kaleng lauk pauk, 400 kaleng tambahan gizi, dan 5 ribu liter air bersih,” ungkap Abdul Muhari.
Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa BNPB memonitor banjir di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng). Laporan menyebut, banjir terjadi lantaran curah hujan tinggi yang mengakibatkan Sungai Lembe meluap dan sistem drainase tidak sanggup menampung debit air.
BPBD Kabupaten Tolitoli mencatat 171 rumah warga terdampak banjir di Tolitoli. Petugas BPBD melakukan pendataan, pemantauan, dan pembersihan sisa material banjir.
”3 fasilitas pendidikan, 2 sarana ibadah, 1 fasilitas kesehatan, dan 1 akses jalan turut terendam,” imbuh Abdul Muhari.
Sementara itu, di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pihaknya mendapat laporan cuaca ekstrem dalam bentuk hujan deras disertai angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah serta badan jalan.
Tidak hanya itu, atap-atap rumah warga beterbangan. Sedikitnya 10 rumah terdampak dan 7 titik badan jalan tertutup pohon tumbang.
”BPBD Kabupaten Padang Pariaman berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat untuk mengevakuasi pohon tumbang dan membersihkan akses jalan,” jelas Abdul Muhari.
Atas cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di beberapa daerah Indonesia, BNPB meminta masyarakat dan pemerintah daerah waspada. Utamanya di daerah-daerah rawan banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan adalah memangkas pohon, memeriksa kekuatan bangunan, menyiapkan tas siaga bencana dan memantau prakiraan cuaca dari sumber kredibel.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
