Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 12.49 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan di Jawa Timur Datang Lebih Awal, Mayoritas Mulai Oktober 2025

Ilustrasi  musim hujan di Jawa Timur diprediksi BMKG datang lebih awal, mayoritas mulai Oktober. (Derry Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi  musim hujan di Jawa Timur diprediksi BMKG datang lebih awal, mayoritas mulai Oktober. (Derry Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim hujan di Jawa Timur diprediksi datang lebih awal. Dari 38 kabupaten/kota, mayoritas mulai Oktober 2025. 

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno. Sejatinya, awal musim hujan diprediksi bervariasi dari awal September - awal Desember 2025. 

Musim hujan tahun 2025/2026 di Jawa Timur, 70 dari 74 ZOM (zona musim) diprediksikan mengalami musim hujan lebih awal atau maju dibandingkan kondisi normalnya (dalam rentang waktu 1991 - 2020)," tutur Anung, Jumat (26/9).

Dari 74 zona musim (ZOM) di Jawa Timur, BMKG memprediksi 8 ZOM mulai hujan September, 49 ZOM Oktober, 14 ZOM November, 1 ZOM Desember, sementara 2 ZOM hujan sepanjang tahun 2025.

"Artinya 1 ZOM (Surabaya dan Sidoarjo) sama dengan musim hujan normalnya, 1 ZOM (Trenggalek) mundur, 2 ZOM (Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Malang) diprediksi musim hujan sepanjang 2025," imbuh Anung.

Anung menyebut, curah hujan musim 2025/2026 di Jawa Timur berkisar 500-2.500 mm. Namun, sekitar 65 persen daerah berpotensi mengalami hujan dengan curah lebih dari 1.500 mm.

"Puncak musik hujan diprediksi akan terjadi pada Januari 2026, dengan total 40 ZOM atau 55 persen dan sifat hujan sebagian sebagian besar normal, sekitar 54 ZOM atau 73 persen. 27 persen lainnya di atas normal," terang Anung.

BMKG meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem saat peralihan musim. Sekaligus mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi sepanjang musim hujan.

Selain itu, baik pemerintah maupun lembaga terkait juga diimbau untuk menyesuaikan program sektor pertanian agar selaras dengan datangnya musim hujan. Sehingga potensi dampak negatif dapat diminimalisir sejak awal.

”Masyarakat diharapkan mengoptimalkan informasi BMKG, sehingga lebih siap dan antisipatif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, longsor," tukas Anung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore