
Aksi Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat di Bundaran UGM, Senin (1/9). (Jawa Pos Radar Jogja)
JawaPos.com - Aksi Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat di Bundaran UGM, Senin (1/9), menghadirkan suasana berbeda. Di tengah lautan massa yang berorasi dan menyuarakan tuntutan, berdiri sebuah lapak baca gratis yang menjadi ruang alternatif bagi peserta aksi.
Sejumlah demonstran tampak menyempatkan diri untuk melihat-lihat koleksi buku. Ada yang serius membaca, ada pula yang sekadar membuka halaman sambil duduk santai. Petugas lapak juga aktif menawarkan buku tanpa syarat apa pun, hanya mengingatkan agar tidak merokok di area tersebut.
Buku yang tersedia beragam, mulai dari bacaan anak-anak, novel, hingga zine. Tidak semuanya berkaitan dengan politik, sehingga pengunjung bisa memilih sesuai minatnya.
Menurut Nara, pegiat lapak baca, kegiatan ini sengaja dihadirkan untuk menciptakan ruang aman dan inklusif di demonstrasi yang belakangan ini banyak disusupi orang tak dikenal.
"Tidak semua orang bisa berdiri lama saat aksi. Dengan lapak baca, pergerakan bisa lebih inklusif sekaligus memperluas akses bacaan, baik bagi perempuan maupun teman-teman disabilitas,” ujarnya kepada Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Senin (1/9).
Nara menambahkan, lapak serupa sebenarnya bukan hal baru di demonstrasi. Kehadirannya menjadi simbol perebutan ruang publik agar bisa digunakan masyarakat secara bebas dan produktif.
Meski duka masih menyelimuti usai meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, aksi demonstrasi bertajuk Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat tetap digelar damai di Bundaran UGM, Senin (1/9). Ribuan massa hadir dengan mengenakan pakaian cerah sebagai simbol aksi tanpa kekerasan.
Pantauan Radar Jogja (Jawa Pos Grup) di lokasi, para demonstran memilih duduk dan mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan. Sejumlah peserta juga tampak membawa payung untuk berteduh. Aksi ini dipastikan berlangsung hanya di satu titik, tanpa long march, guna meminimalisasi potensi gesekan.
Pegiat Forum Cik Di Tiro, Elanto Wijayanto, menegaskan bahwa pemilihan Bundaran UGM sebagai lokasi aksi dilakukan dengan pertimbangan keamanan. "Kepercayaan publik penting. Jogja Memanggil dan Forum Cik Di Tiro hanya bunderan UGM. Satu titik, tidak ada long march,” ujarnya, Senin (1/9).
Selain orasi dan pembacaan tuntutan, sebagian massa juga akan melakukan ziarah ke makam Rheza Sendy Pratama sebagai bentuk penghormatan. Elanto memastikan seluruh persiapan, mulai dari tim medis, keamanan, kebersihan, hingga laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sudah disiapkan dengan matang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
