Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 22.16 WIB

Selain Berorasi, Aksi Jogja Memanggil Sediakan Lapak Buku dan Berlangsung Tertib

Aksi Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat di Bundaran UGM, Senin (1/9). (Jawa Pos Radar Jogja) - Image

Aksi Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat di Bundaran UGM, Senin (1/9). (Jawa Pos Radar Jogja)

JawaPos.com - Aksi Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat di Bundaran UGM, Senin (1/9), menghadirkan suasana berbeda. Di tengah lautan massa yang berorasi dan menyuarakan tuntutan, berdiri sebuah lapak baca gratis yang menjadi ruang alternatif bagi peserta aksi.

Sejumlah demonstran tampak menyempatkan diri untuk melihat-lihat koleksi buku. Ada yang serius membaca, ada pula yang sekadar membuka halaman sambil duduk santai. Petugas lapak juga aktif menawarkan buku tanpa syarat apa pun, hanya mengingatkan agar tidak merokok di area tersebut.

Buku yang tersedia beragam, mulai dari bacaan anak-anak, novel, hingga zine. Tidak semuanya berkaitan dengan politik, sehingga pengunjung bisa memilih sesuai minatnya.

Menurut Nara, pegiat lapak baca,  kegiatan ini sengaja dihadirkan untuk menciptakan ruang aman dan inklusif di demonstrasi yang belakangan ini banyak disusupi orang tak dikenal.

"Tidak semua orang bisa berdiri lama saat aksi. Dengan lapak baca, pergerakan bisa lebih inklusif sekaligus memperluas akses bacaan, baik bagi perempuan maupun teman-teman disabilitas,” ujarnya kepada Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Senin (1/9).

Nara menambahkan, lapak serupa sebenarnya bukan hal baru di demonstrasi. Kehadirannya menjadi simbol perebutan ruang publik agar bisa digunakan masyarakat secara bebas dan produktif.

Meski duka masih menyelimuti usai meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, aksi demonstrasi bertajuk Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat tetap digelar damai di Bundaran UGM, Senin (1/9). Ribuan massa hadir dengan mengenakan pakaian cerah sebagai simbol aksi tanpa kekerasan.

Pantauan Radar Jogja (Jawa Pos Grup) di lokasi, para demonstran memilih duduk dan mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan. Sejumlah peserta juga tampak membawa payung untuk berteduh. Aksi ini dipastikan berlangsung hanya di satu titik, tanpa long march, guna meminimalisasi potensi gesekan.

Pegiat Forum Cik Di Tiro, Elanto Wijayanto, menegaskan bahwa pemilihan Bundaran UGM sebagai lokasi aksi dilakukan dengan pertimbangan keamanan. "Kepercayaan publik penting. Jogja Memanggil dan Forum Cik Di Tiro hanya bunderan UGM. Satu titik, tidak ada long march,” ujarnya, Senin (1/9).

Selain orasi dan pembacaan tuntutan, sebagian massa juga akan melakukan ziarah ke makam Rheza Sendy Pratama sebagai bentuk penghormatan. Elanto memastikan seluruh persiapan, mulai dari tim medis, keamanan, kebersihan, hingga laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sudah disiapkan dengan matang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore