
Penyidik dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan olah TKP penembakan almarhum Brigpol Ronald pada Senin (18/8). (Polri)
JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polres Puncak Jaya bersama Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan almarhum Brigpol Ronald. M Enok pada 21 Januari lalu.
olah TKP dilakukan di Kampung Lima-Lima, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Senin (18/8). Kanit Lidik Satgas Gakkum AKP Safri Panterengi memimpin langsung olah TKP tersebut.
Bersama timnya, Safri menggambarkan kembali posisi korban, pelaku, barang bukti, serta jarak-jarak di sekitar lokasi kejadian.
Tujuannya untuk membuat terang kronologi peristiwa penembakan yang mengakibatkan seorang insan Bhayangkara gugur.
Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan, olah TKP tersebut bagian dari upaya penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menebar kejahatan bersenjata di wilayah Papua.
”Rekonstruksi ini menjadi langkah penting dalam memastikan kejelasan kronologi kejadian, serta menguatkan alat bukti yang ada agar para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata dia kepada awak media pada Senin (18/8).
Faizal memastikan bahwa pengusutan atas kasus penembakan almarhum Brigpol Ronald M. Enok dilaksanakan sampai tuntas.
Lewat olah TKP itu, aparat kepolisian mendapati sejumlah titik penting. Di antaranya, posisi korban saat tergeletak, sepeda motor, helm, serta jerigen berisi minyak tanah milik korban.
Posisi pelaku bernama Kindiku Tabuni alias Gumbanak saat menembak korban dan posisi kendaraan yang digunakan oleh pelaku lainnya bernama Konora Enumbi juga menjadi jelas.
Khusus nama terakhir, polisi sudah berhasil menangkap yang bersangkutan pada Jumat (15/8) pekan lalu di Kampung Usir Depan.
Konara diduga terlibat langsung dalam aksi bersama kelompok KKB yang bergerak di bawah komando umiwalo Telenggen.
Saat ini, Konora sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Polres Puncak Jaya.
Selain itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti baru. Yakni tiga selongsong peluru kaliber 9 milimeter dan dua proyektil berwarna kuning emas yang kini menjadi bagian dari barang bukti penting.
Tim juga mencatat jarak antara posisi korban dan pelaku dengan detail. Mulai dari posisi korban hingga lokasi barang bukti ditemukan. Data tersebut akan digunakan dalam proses penyidikan dan pembuktian hukum terhadap pelaku.
”Melalui kegiatan olah TKP rekonstruksi ini, Polri menegaskan kembali komitmen untuk mengungkap kebenaran secara transparan dan menegakkan hukum secara tegas,” ucap Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
