
Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari (tengah).
JawaPos.com–DPRD Provinsi Sulawesi Selatan merekomendasikan kepada pemerintah provinsi untuk menuntaskan pembangunan dua stadion sepak bola. Yakni Stadion Barombong dan Stadion Mattoangin yang masih terbengkalai tanpa digunakan masyarakat sebagai sarana olahraga.
”Hasil rapat pimpinan direkomendasikan kepada Gubernur Sulsel agar segera membangun dan menuntaskan stadion sepak bola yang representatif agar dapat dimanfaatkan masyarakat pencinta olahraga dan sepak bola,” ujar Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari seperti dilansir dari Antara di Makassar.
Rekomendasi tersebut dikeluarkan menyusul atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel tahun anggaran 2022 berkaitan harapan masyarakat adanya sarana dan prasarana olahraga yang bisa digunakan. Sehingga, pemprov didesak segera menuntaskan masalah tersebut.
Untuk Stadion Barombong yang telah menghabiskan anggaran negara senilai Rp 240 miliar lebih, kata Andi Ina, sebaiknya segera diselesaikan. Kendati hambatannya adalah persoalan alas hak, pemprov mesti bertanggung jawab sebelum masa akhir jabatan gubernur selesai.
”Ini agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari,” papar Andi Ina Kartika Sari.
Selain itu, menurut dia, merujuk pada rekomendasi LKPJ tahun lalu berkaitan masalah stadion, sampai sejauh ini belum ada kejelasan penyelesaian stadion tersebut. Padahal di Sulsel telah menjadi barometer sepak bola yang melahirkan banyak atlet berprestasi.
Selanjutnya, untuk Stadion Mattoangin, Andi Ina Kartika Sari, minta agar jangan sampai ada kerugian negara yang ditimbulkan usai stadion bersejarah itu dirobohkan. Bagi perusahaan pemenang tender dapat membangun ulang stadion yang rencananya berkapasitas 40 ribu penonton.
”Bila tidak sesuai rencana, sebaiknya merencanakan desain ulang, dan DED-nya (detail engineering desain) disesuaikan dengan stadion berkapasitas 20 ribu penonton,” tutur Andi Ina Kartika Sari.
Sebelumnya, Stadion Barombong berkapasitas 40.000 penonton mulai dibangun sejak 2011 pada masa jabatan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Beberapa kendala terjadi pada saat proses pembangunan stadion itu. Salah satunya bangunan tribun pada 2 November 2017 roboh.
Proyek itu kemudian mangkrak dan tidak dilanjutkan pada era kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah pada awal masa pemerintahannya pada 2018. Lahan stadion seluas 3,35 hektare masih diklaim milik PT GMTD, walaupun ada upaya melalui perjanjian hibah ke Pemprov Sulsel, hingga kini masih menuai jalan buntu.
Begitu pula nasib Stadion Mattoangin yang berubah nama menjadi Stadion Andi Mattalata, telah diratakan dengan alat berat pada 21 Oktober 2020 setelah berdiri kokoh sejak 1950-an. Rencananya, Stadion itu dibangun ulang. Namun belakangan menuai persoalan hukum.
Lahan tersebut akhirnya bersengketa di pengadilan antara Pemprov melawan anak Andi Mattalatta, yakni Andi Ilhamsyah Mattalatta dan Teddy Anwar selaku penggugat. Situasi pun berubah dan semakin tidak jelas ketika Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tersandung kasus korupsi lalu masuk penjara.
Meski banyak masalah, DPRD tetap berusaha membantu pemprov untuk kembali membangun stadion tersebut dengan menganggarkan Rp 60 miliar dari APBD 2023.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
