
Ilustrasi
JawaPos.com - Salah satu guru sekolah Madrasah Ibtidayah Babussallam Kelayan, Jumiyatun Sapariah (43), ditemukan meninggal di toilet rumahnya di Jalan Kelayan B, Kelurahan Kelayan Tengan, Banjarmasin Selatan. Sontak, kabar tersebut langsung menghebohkan warga sekitar.
Sebelumnya sebagian warga memang sudah ramai mencari korban. Ketika itu teman korban heran karena korban tidak keluar-keluar dari rumah.
Dia pun mencoba menanyakan ke sekolah ternyata korban tidak ada di sekolah. Pihak sekolah dan warga yang mencari pun bingung, lalu warga beserta guru-guru mencoba mencari di rumah korban. Setelah di panggil handphone korban ternyata dari dalam rumah ada suara handphone korban yang berbunyi tapi tidak di angkat-angkat.
Benar saja, setelah masuk ke rumah korban, warga dibuat kaget. Korban tergeletak di dalam toilet dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah korban pun langsung di bawa ke IGD RS Ulin Banjarmasin menggunakan ambulance TRC 333.
Idil Fitri (58) sepupu korban, orang yang pertama menemukan korban di toilet mengatakan bahwa ketika itu warga sudah ramai mencari korban.
“Saya melihat toilet yang ada di belakang rumahnya terkunci, disitu lah saya mulai curiga, lalu berusaha memanggil tapi tidak ada sahutan, saya pun langsung naik ke atas ternyata dia tengkurap tidak bernyawa lagi di dalam toilet tersebut,” ungkapnya dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Minggu (27/11).
Noor Jannah (43) tetangga korban bercerita, korban sebelumnya tidak ada tanda-tanda sakit, yang sehari-hari sering berbaur dengan warga. “Kami di gang sini semuanya sudah seperti keluarga, Rabu (24/11) mulai siang sampai sore dia duduk bersama saya dan adik saya didepan rumah,” jelasnya.
Jannah menambahkan bahwa dia sudah ada firasat mulai dari waktu subuh. “Saya heran biasanya korban ketika subuh ada di Masjid, tapi subuh tadi tidak ada dan paginya dia tidak terlihat di sekitaran gang,” ungkap Jannah yang berdekatan rumah dengan korban.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan Ipda Sugiyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. “Anggota langsung ke lokasi, sebelum di evakuasi tidak ada tanda-tanda luka di tubuh korban, dan untuk sementara kami belum mengetahui penyebabnya” katanya. (mr-147/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
