Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 17.56 WIB

Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Sekolah dan Bentuk Tim Investigasi untuk Telusuri Kasus Bunuh Diri Siswa di Garut

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara perihal kasus bunuh diri siswa berinisial P, 16, di Garut, Jawa Barat. Dia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan melakukan langkah strategis untuk mengetahui latar belakang kasus ini.

“Kasus bunuh diri anak pelajar di Garut tidak sesederhana seperti yang kita kira. Variabelnya sangat banyak,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Jumat (18/7).

Dia menegaskan, ada dua hal yang akan dilakukan oleh pihaknya, yang pertama yakni menonaktifkan kepala sekolah untuk memudahkan melakukan tindakan investigasi.

Kedua, tim investigasi akan dibentuk dari berbagai badan, diantaranya dari Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Barat, pihak kepolisian, dan dari pihak psikolog.

“Yang nanti akan bekerja mengungkap dari seluruh problematika yang terjadi sehingga kita bisa mengambil solusi-solusi ke depan,” ungkap dia.

Tak lupa, eks Bupati Purwakarta ini juga meminta masyarakat untuk terus memberikan dukungan. Tujuannya agar apa yang dilakukan Pemprov Jabar bisa menjawab kegelisahan publik.

“Untuk itu, mohon dukungannya semoga langkah-langkah kami bisa menjawab seluruh kegelisahan publik yang terjadi saat ini. Saya ucapkan terima kasih,” tukas Dedi Mulyadi.

Sebelumnya diberitakan, kasus kematian tragis yang melibatkan seorang siswa SMA di Garut, Jawa Barat, menggugah keprihatinan publik soal pentingnya edukasi antiperundungan.

Siswa di Garut berinisial P, 16 tahun, diduga mengakhiri hidupnya karena depresi setelah tidak naik kelas dan mengalami tekanan dari teman-teman sekolahnya.

Remaja Garut tersebut ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (14/7/2025), hari pertama masuk sekolah setelah libur semester. Tragedi ini terungkap setelah ibunda korban membagikan kisah pilu anaknya melalui media sosial. 

Dalam unggahannya, sang ibu mengungkap bahwa anaknya dibully karena dituduh melaporkan teman sekelas yang menggunakan vape kepada guru.

"Efek perundungan di salah satu sekolah favorit di Garut sampai separah itu. Maafin ibu, kakak. Selalu maksa kakak buat sekolah," tulis sang ibu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore