Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 September 2018 | 01.16 WIB

Ganjal Pakai Tusuk Gigi, Pembobol Mesin ATM Kuras Saldo Rp 400 juta

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (dua dari kiri) saat menjelaskan modus bobol ATM yang dilakoni tersangka - Image

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran (dua dari kiri) saat menjelaskan modus bobol ATM yang dilakoni tersangka

JawaPos.com– Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Surabaya membekuk pelaku pembobolan mesin ATM. Dua tersangka berhasil diringkus masing-masing adalah Supardi, 51; dan Riyanda Winata, 25, keduanya warga Jalan Sutomo Ujung, Medan. 


Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menerangkan, pihaknya sempat kesulitan melacak keberadaan kedua pelaku. Keduanya berhasil diringkus setelah korps berseragam cokelat mengetahui hotel tempat mereka menginap. Supardi dan Riyanda ditangkap di sebuah hotel di Jalan KH Asnawi, Kudus, Jawa Tengah. ”Salah seorang tersangka adalah residivis kasus yang sama. Ditangkap dua tahun lalu,” jelas Sudamiran, Kamis (13/9)


Tersangka yang dimaksud Sudamiran adalah Supardi. ”Dia (Supardi, Red) ditahan selama 1,8 tahun. Ketika itu dia beraksi sendirian,” imbuh Sudamiran.


Modus yang dipakai Supardi sama seperti yang dilakoninya dua tahun lalu. Dia menyamar sebagai petugas mesin ATM salah satu bank swasta. Dia menyasar mesin ATM yang terdapat di beberapa minimarket dan swalayan.


Supardi mengganjal mesin ATM itu dengan tusuk gigi. Sehingga saat ada orang yang hendak mengambil uang di mesin itu, kartu ATM tidak bisa masuk. ”Nasabah yang akan menarik uang tentu kesulitan. Saat itulah pelaku berpura-pura membantu,” lanjut Sudamiran.


Mantan Kasatreskoba Polrestabes Surabaya itu menambahkan, Supardi yang berpura-pura sebagai petugas bank lantas meminta kartu ATM korban. Dia berpura-pura mencoba memasukkan kartu ATM itu ke dalam mesin. ”Padahal dia sudah tahu kalau kartu nggak akan mungkin bisa masuk. Wong sudah diganjal tusuk gigi sama dia,” tambahnya.


Saat berusaha memasukkan kartu milik korban, Supardi juga menanyakan PIN ATM. Korban yang tidak sadar dan terbuai dengan bantuan Supardi tanpa sungkan menyebut kombinasi nomor PIN. Supardi cuma bermodal ingatan kuat, saat korban membocorkan PIN.


Setelah mendapatkan kombinasi PIN, secepat kilat tangan Supardi menukar kartu ATM. ”Pelaku sudah menyiapkan kartu ATM palsu yang persis dengan milik korban. Tentunya korban mengira kartu palsu itu miliknya sendiri,” ujar perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.


Di Surabaya sendiri, Supardi sudah beroperasi selama tiga bulan. Dia beraksi bersama Riyanda yang berperan sebagai sopir. Selama kurun waktu tersebut mereka sudah berhasil membobol saldo ATM para korban senilai RP 400 juta.


Sejauh ini baru ada dua korban yang melapor ke polisi. Namun, polisi meyakini bila jumlah korban di Kota Pahlawan lebih dari dua orang. ”Makanya kami imbau ke masyarakat yang merasa jadi korban pembobolan ATM dengan modus serupa bisa segera melapor,” pesan Sudamiran


Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore