
Ribuan masyarakat Pelalawan yang memadati Jalan Sudirman depan Kantor Gubernur Riau. (Annisa Firdausi/Antara)
JawaPos.com–Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kepala Kepolisian Daerah setempat Irjen Herry Heryawan, serta Bupati Pelalawan dan Bupati Indragiri Hulu menampung aspirasi ribuan orang yang bermukim di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Abdul Wahid mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan nasib warga yang terdampak relokasi. Dia memastikan bahwa suara masyarakat akan disampaikan langsung kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat.
”Insya Allah kita akan sampaikan kepada bapak yang membuat kebijakan yakni Presiden Republik Indonesia, diwakilkan Menteri Pertahanan (Menhan) terhadap penerbitan kawasan TNTN,” kata Abdul Wahid seperti dilansir dari Antara.
Dia juga menyampaikan empati mendalam terhadap kekhawatiran masyarakat. Terutama terkait keberlangsungan pendidikan anak-anak termasuk bagi yang sedang bersekolah, kuliah, hingga yang menuntut ilmu di pondok pesantren.
”Itu semua bagian penting yang tak bisa dipisahkan. Ketentraman warga harus tetap terjaga,” tegas Abdul Wahid.
Di lokasi yang sama, Kepala Polda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turut memberikan apresiasi tinggi atas aksi damai yang ditunjukkan warga. Aspirasi akan disampaikan dan dikawal langsung Gubernur Riau.
”Saya berterima kasih atas partisipasi bapak ibu semua yang datang jauh-jauh dari Pelalawan ke Pekanbaru, mungkin dengan waktu istirahat yang kurang. Aspirasi ini akan dikawal langsung oleh Gubernur Riau,” ujar Kapolda Herry Heryawan.
Dalam aksinya, massa menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pemindahan pemukiman mereka. Massa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan mendesak pemerintah provinsi memfasilitasi pertemuan langsung mereka dengan pimpinan pusat, baik Presiden maupun anggota DPR RI dari komisi terkait.
Salah satu keluarga yang bermukim di kawasan tersebut ialah pasangan Hadi Saputra Siregar dan Heni Marpaung. Keduanya mengeluhkan tiba-tiba diminta segera mengosongkan tempat tinggalnya tanpa kejelasan.
Kehidupan 10 ribu kepala keluarga yang telah bertahun-tahun menempati kawasan tersebut menjadi tanda tanya. ”Kami ini bukan sengaja merambah hutan, tapi beli tanah itu dari ninik mamak setempat," ucap Hadi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
