Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Maret 2018 | 13.41 WIB

Waduh, Bocah Konsumsi Rokok Rakitan dari Fiting Lampu

Rokok rakitan dari fiting lampu - Image

Rokok rakitan dari fiting lampu

JawaPos.com – Mahalnya harga rokok elektrik atau vape memicu beredarnya vaoe rakitan. Vape ini hanya menggunakan bahan pokok berupa fiting lampu listrik. Harganya jauh lebih murah hanya Rp 3 ribuan. Mirisnya, banyak siswa SD yang mengonsumisnya.


Rokok rakitan dari fiting mulai ditemukan dan dipakai oleh salah satu siswa SD di Cipanas. Pihak sekolah mengamankan dari siswa SD tersebut. Pengamat Pendidikan Eddy Kusnadi mengaku kaget ada siswa di Cipanas yang memiliki vape dari fiting lampu.


”Itu ada anak bawa fiting lampu pas dibuka dalamnya ada kapas, itu sangat mirip dengan yang pernah beredar videonya tentang vape rakitan,” ujar Eddy.


Menurut Eddy, berdasarkan penelusurannya, anak-anak membeli rokok rakian tersebut dengan harga Rp 3500.


Menyikapi penomena itu, Ketua Komunitas Vape Cianjur (KVC) Daniar Herdian mengatakan, vape itu merupakan rokok elektrik dialirkan listrik. Sementara rokok dari fiting lampu itu tidak termasuk elektrik, karena menggunakan api.


“Itu bukan vape,” ujar Daniar.


Menurutnya, banyaknya anak yang membuat rokok rakitan justri akibat beredarnya video tahun lalu.


“Gara-gara video yang beredar, justru dijadiin contoh dan malah dipraktekin,” ujarnya.


Masih kata Daniar, jika anak dibiarkan menggunakan rokok rakitan, akan membahayakan bagi kesehatan.


“Bahayanya jelas kalo kawat coil untuk vape kawatnya khusus, kawat yang sifatnya tahan panas, titik didihnya tinggi, kapasnya juga khusus, organik dan tidak mengandung pemutih," katanya.


Nah vape store yang tergabung di KVC sepakat tidak menjual apapun ke anak di bawah 18 tahun. "Jadi kalo pun anak SD dapat bahan seperti liquid, kapas dan kawat, sudah jelas beli sembarangan,” tegasnya.


Ketua Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Johan menegaskan, rokok yang terbuat dari fiting lampu sangat berbahaya, karena pengerjaannya tidak menggunakan media semestinya dan tanpa short protection.


“Material plastik dan besi yang digunakan bukan food grade, jadi pasti akan menjadi masalah yang lebih untuk paru-paru jika mengalami pemanasan dan di inhale. Kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang vape dan kenapa underage ga boleh vaping,” singkatnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore