Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 04.41 WIB

Dedi Mulyadi Temui Siswa SMP di Ciamis yang Viral Protes Larangan Bawa Motor

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan Panen Jagung di Desa Pangeureunan, Kabupaten Garut, Kamis (17/4/2025). (Dok.Tim Media KDM)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya menemui para siswa SMP Negeri 1 Panawangan, Ciamis, yang sempat viral karena protes kebijakannya soal larangan membawa motor ke sekolah.

Dalam pertemuan itu, Dedi langsung mengajak siswa-siswa yang berjalan kaki tersebut untuk berdialog santai.

"Mana yang kemarin ngebaeudin sama saya? Yang teriak 'Pak Gubernur, saya jalan kaki ya'?" kata Dedi sambil memanggil beberapa siswa mendekat seperti diunggah di Instagramnya, dikutip Senin (28/4).

Para siswa pun bergiliran menirukan kembali ucapan mereka saat aksi protes di jalan yang sempat ramai di media sosial.

Larangan membawa motor ke sekolah ini merupakan bagian dari upaya Dedi Mulyadi untuk menanamkan disiplin dan kesadaran hukum kepada para pelajar.

Ia menilai bahwa siswa SMP secara usia belum memenuhi syarat untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM), sehingga berkendara di jalan raya bisa membahayakan keselamatan diri mereka sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, Dedi ingin mengurangi beban ekonomi orang tua dan membiasakan pola hidup sederhana di kalangan pelajar.

Dalam dialognya, Dedi menegaskan bahwa kebijakan itu bukan sekadar soal larangan, tetapi bagian dari pendidikan karakter. Ia mendorong siswa untuk membawa bekal dari rumah dan membiasakan berjalan kaki ke sekolah, yang dinilai lebih sehat dan membentuk kemandirian.

Menariknya, Dedi juga menyinggung soal toleransi di kalangan pelajar. Ia menyebut di daerah sekitar SMPN 1 Panawangan, khususnya di Kampung Susuru, Desa Kertajaya, hidup berbagai pemeluk agama secara damai, termasuk Islam, Kristen, Katolik, dan penganut ajaran lokal Sundawiwitan.

"Semangat toleransi ini lahir dari anak-anak yang berjalan kaki bersama, tanpa membedakan latar belakang mereka," ujar Dedi sambil mengajak semua yang hadir memberikan tepuk tangan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore