Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 November 2016 | 22.45 WIB

Bukan Keracunan, Khusnul Meninggal karena Benturan

Khusnul Khotimah - Image

Khusnul Khotimah

JawaPos.com – Khusnul Khotimah (8) siswi SDN 1 Karangsari, Kecamatan Weru, meninggal setelah jajan di kantin sekolahnya. Awalnya diduga Khusnul menjadi korban keracunan. Namun, hasil otopsi dari RS Bhayangkara Losarang ada luka bekas benturan di kepala.



Ayah korban, Wasiman, mengaku sudah mendapatkan petunjuk hasil optopsi dari tim dokter. Disebutkan bahwa di dalam tubuh korban tidak ditemukan zat kimia yang tercampur di dalam makanan atau jajanan yang dikonsumsi korban. Wasiman mengatakan, justru ada luka di bagian kepala yang disebut seperti benturan benda tumpul.



“Waktu anak saya dibawa ke Indramayu saya kan ikut mendampingi. Setelah semua selesai, saya diberi tahu oleh tim dokter bahwa putri saya itu tidak keracunan makanan, tapi terdapat luka di bagian kepala. Kayak ada bekas benturan benda tumpul yang membuat anak saya meninggal dunia,” katanya saat ditemui Radar Cirebon (Jawa Pos Group) di rumahnya, Rabu (23/11).



Wasiman pun menduga putrinya terkena benturan benda tumpul saat bermain. “Kemungkinan anak saya ini kebentur saat bermain. Soalnya sebelum anak saya berteriak kesakitan, sempat bermain guling-gulingan di teras. Kemudian terbentur bebatuan sehingga anak saya merasa kesakitan,” ujarnya.



Wasiman mengaku sudah mengikhlaskan kepergian putrinya. Menurutnya hal itu sudah kehendak Tuhan dan tidak bisa ditolak. “Saya sekeluarga ikhlas ridha. Kami hanya bisa mendoakan anak yang terbaik buat putri kami,” kata Wasiman.



Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Weru Ipda Uton mengatakan pihaknya justru belum menerima hasil visum dari RS Bhayangkara Losarang Indramayu. “Kalau pihak keluarga bisa mengetahui ada benturan di kepala, itu mungkin tim dokter memberikan hasil sementara. Tapi kalau hasil visum keseluruhannya kami belum menerima,” kata Uton.



Seperti diberitakan, Khusnul Khotimah tiba-tiba seperti menahan sakit di kepala usai istirahat olahraga dan menyantap jajanan yang dijual oleh pedagang keliling di sekolahnya. Peristiwa itu terjadi Senin (21/11).



Anak ketiga dari empat bersaudara itu seperti tidak sadarkan diri. Kondisinya menurun dan menghembuskan nafas terakhir saat menjalani penanganan medis di Puskesmas Karangsari. (arn/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore