Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 04.27 WIB

Kembali Erupsi, Status Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT Kembali Naik Jadi Awas

Situasi terkini Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT. (PVMBG) - Image

Situasi terkini Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT. (PVMBG)

JawaPos.com–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memutuskan meningkatkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Keputusan tersebut diambil setelah PVMBG mendeteksi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis (20/3).

Berdasar data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PVMBG sudah mencatat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki sejak 13 Maret. Di antaranya terjadi gempa vulkanik serta kolom erupsi yang mencapai ketinggian 2.500 meter dari puncak. Pada 20 Maret pukul 22.56 wita, letusan besar terjadi.

Letusan tersebut disertai suara dentuman yang terdengar hingga Larantuka dan Maumere. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 12/KPTS/III/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berlaku selama 14 hari. Mulai 20 Maret hingga 2 April.

”Untuk mengkoordinasikan upaya penanganan darurat, telah dibentuk Pos Komando yang diketuai Dandim 1624/Flores Timur dan berlokasi di Kantor Bupati Flores Timur,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada awak media di Jakarta pada Jumat (21/3).

BNPB memastikan bahwa Satgas Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah melaksanakan evakuasi warga di beberapa desa yang berpotensi terdampak. Termasuk di antaranya Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawokote. Evakuasi dibantu personel TNI dan relawan setempat.

”Pada Rabu (19/3), petugas telah mengevakuasi warga Desa Pululera ke titik pengungsian di Balai Desa Wulanggitang. Hingga saat ini, jumlah pengungsi sementara tercatat sebanyak 389 jiwa,” terang Abdul Muhari.

Atas kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya, khususnya informasi yang terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga yang berada dalam radius 7 kilometer dari puncak, serta 8 kilometer di sektor barat daya dan timur laut sudah diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

”BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan akibat material vulkanik yang terbawa oleh air saat hujan turun,” ucap Abdul Muhari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore