
Jalan lintas Sumbar Jambi yang putus di kawasan Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Minggu (2/3) siang. (Padang Ekspres).
JawaPos.com - Pasca terputusnya jalur penghubung antara Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat.
Sejauh ini, mereka belum menerima laporan dari pemda berkaitan dengan kondisi terkini. Namun, BNPB memastikan bakal langsung turun tangan bila pemda meminta bantuan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat diwawancarai pada Senin (3/3).
Dia menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa turun tangan secara langsung bila pemda tidak menyampaikan permintaan bantuan dan tidak menetapkan status tanggap darurat.
”Kami masih berkoordinasi dengan daerah, karena kami belum menerima permintaan dukungan dari daerah terkait hal tersebut. Kami juga belum menerima laporan apakah daerah menetapkan status tanggap darurat atau tidak,” kata Abdul Muhari.
Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, penetapan tanggap darurat atas bencana yang terjadi di daerah menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Pusat, dalam hal ini BNPB, untuk memberikan dukungan secara langsung kepada daerah terdampak bencana. Bila tidak ada status tanggap darurat, kata dia, pemda masih mampu mengatasi persoalan yang muncul.
Baca Juga: Pembalap Uji Coba Karakter Mobil di Sesi Tes Awal Musim 2025
”Jika daerah tidak menetapkan status tanggap darurat artinya daerah masih memiliki kemampuan, baik itu sarana, prasarana, personil dan anggaran menghadapi bencana tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, jalur penghubung antara Jambi dengan Sumbar di wilayah Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi putus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan bahwa putusnya jalur tersebut terjadi pasca hujan deras dan meluapnya sungai di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya, jalan tergerus hingga putus.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
