Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 April 2023 | 02.39 WIB

Halalbihalal Ganjar di Purbalingga Dipenuhi Keluarga Besar Bani Hisyam Kalijaran

Acara halalbihalal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama keluarga besar Bani Hisyam Abdul Karim dan warga Purbalingga. - Image

Acara halalbihalal Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama keluarga besar Bani Hisyam Abdul Karim dan warga Purbalingga.

JawaPos.com–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghabiskan hari pertama Idul Fitri di Purbalingga. Usai salat Id bersama Presiden Jokowi di Solo, Ganjar langsung bertolak ke kampung istrinya di Purbalingga untuk menggelar acara halalbihalal.

Acara yang digelar Sabtu (22/4), di Joglo Terapung Purbalingga, itu digelar sederhana. Ratusan masyarakat sekitar datang untuk bersalaman dengan Ganjar dan keluarga.

Selain warga sekitar, keluarga besar Ganjar dari istri yakni Bani Hisyam Abdul Karim atau yang akrab Mbah Hisyam Kalijaran juga hadir. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk silaturahmi keluarga.

Banyak yang belum tahu silsilah keluarga Ganjar dari istrinya itu. Ternyata, keluarga Ganjar di Purbalingga bukan orang biasa. Banyak di antara keturunan Bani Hisyam adalah ulama dan pengasuh pondok pesantren ternama di Jawa Tengah.

”Jadi keluarga Pak Ganjar itu, dari istrinya Siti Atikoh merupakan keluarga pesantren. Anak cucu Mbah Hisyam Kalijaran banyak yang mengelola pondok pesantren,” kata KH Ahmad Mustaid Billah Hisyam Abdul Karim.

KH Mustaid adalah pengasuh Ponpes Kalijaran, peninggalan kakek dari istri Ganjar Pranowo. Sementara itu, paman Siti Atikoh yakni kakak KH Mustaid bernama KH Muzammil Syaibani adalah salah satu pengelola tarekat Naqsabandiyah di Sokaraja.

”Selain Ponpes Kalijaran, keluarga lain juga banyak yang mengelola pondok pesantren. Seperti di Ponpes Salafiah Karangasem, ada di Pekalongan, dan lainnya,” ujar KH Mustaid.

Selain di pondok pesantren, keluarga Ganjar dari istri juga banyak yang berkecimpung di organisasi Islam. Di antaranya menjadi pengurus Muslimat NU Kabupaten Purbalingga. Kakak Siti Atikoh, Hj Nurul Hidayah juga sekarang menjabat sebagai pengurus DPW PPP Jateng.

”Jadi kalau ada yang bilang Ganjar itu abangan, nggak beragama, itu fitnah. Saya sebagai pamannya tahu betul beliau itu muslim tulen. Salat, puasa juga sudah berhaji,” tutur KH Mustaid.

Hal senada disampaikan Barokatun Minallah, keluarga istri Ganjar lainnya. Salah satu pengurus Ponpes Salafiah Karangasem itu mengatakan, Ganjar adalah dari keluarga pesantren.

”Keluarga Bani Hisyam itu ada 10, dan alhamdulillah berasal dari keluarga pesantren. Banyak keluarga kami yang mengasuh pondok pesantren di daerah,” kata Barokatun Minallah.

Barokatun juga merasa sedih saat ada yang menilai Ganjar adalah abangan, PKI, dan tidak beragama. Padahal sebenarnya, Ganjar adalah muslim yang taat.

”Keluarga besar Bani Hisyam menerima Mas Ganjar menjadi bagian dari keluarga ya tentu sudah melihat dari agamanya juga. Dan beliau adalah sosok agamis. Beliau tawadu sekali dan menghormati semua keluarga,” tegas Barokatun Minallah.

Sementara itu, demi bertemu Ganjar, salah satu penyandang disabilitas asal Purbalingga Ferry, 51, rela menempuh perjalanan jauh. Dia berasal dari Desa Kandang Gampang, Purbalingga.

Jarak rumahnya menuju lokasi halalbihalal Ganjar sekitar 20 menit. Ferry datang menggunakan motor roda tiga. Dia mengenakan mantel karena hujan turun dengan deras.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore