Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Desember 2024 | 02.11 WIB

Bripka Seladi: Lebih Baik jadi Pemulung Jujur daripada Terima Salam Tempel dan Suap

Bripka Seladi, anggota Polres Malang Kota. (Istimewa) - Image

Bripka Seladi, anggota Polres Malang Kota. (Istimewa)

JawaPos.com - "Lebih baik jadi Pemulung jauh lebih jujur dan benar dari pada terima salam tempel dan suap". Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Bripka Seladi, anggota Polres Malang Kota. Selama 16 tahun bertugas di bagian pelayanan SIM, ia konsisten menolak suap, bahkan dalam bentuk kecil seperti pemberian kopi dari pemohon SIM.

Pria berusia 57 itu telah membuktikan bahwa integritas seorang polisi tidak hanya soal tugas, tetapi juga tentang menjalani kehidupan yang jujur dan bermartabat. Di Mapolres Malang ia berseragam polisi, namun ketika selesai tugas ia melanjutkan pekerjaan sampingannya sebagai pemulung.

Biarpun pemulung yang penting halal, gumam Seladi. Ya bagi Seladi, bekerja mengelola sampah tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menjadi cara untuk berkontribusi pada kebersihan lingkungan. Bahkan, Bripka Seladi kini memiliki gudang sampah di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tak jauh dari tempat ia bertugas.

“Saya tidak pernah merasa rendah diri meskipun setiap hari berurusan dengan sampah. Ini pekerjaan halal, dan saya ikhlas melakukannya,” ujar Seladi.

Kehidupan Sederhana dan Prinsip Tanpa Suap

Seladi memulai aktivitas memulungnya delapan tahun lalu. Awalnya, ia mengumpulkan sampah dengan sepeda ontel, memilahnya, dan menjualnya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Kini, ia mengelola gudang sampah yang melibatkan anaknya, Rizal Dimas, dan beberapa rekannya. Pendapatan dari hasil memilah sampah ini sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per hari.

Namun, kesederhanaan Seladi tak membuatnya tergoda untuk memanfaatkan posisinya. Ia tegas menolak gratifikasi dalam bentuk apa pun, termasuk uang atau hadiah dari pemohon SIM. Prinsip ini juga diajarkan kepada keluarganya.

“Kalau ada yang mencoba memberi sesuatu, saya suruh anak saya untuk mengembalikan. Saya tidak mau uang itu, karena hidup saya harus bersih,” tegas Seladi.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Bagi anaknya, Rizal Dimas, pekerjaan memilah sampah bersama sang ayah adalah pengalaman berharga. Meski sering menghadapi cibiran, Rizal tetap bangga dengan prinsip hidup ayahnya.

“Saya bangga dengan ayah yang mengajarkan kerja keras dan kejujuran. Pekerjaan memilah sampah ini halal, dan saya tidak malu melakukannya,” ujar Rizal, yang bercita-cita mengikuti jejak ayahnya menjadi polisi.

Rizal kini tengah mencoba peruntungan untuk kali ketiga dalam seleksi kepolisian. Ia menegaskan, meski memiliki ayah yang polisi, tak ada jalan pintas atau bantuan dari Seladi untuk membantunya lolos.

Teladan Bagi Masyarakat

Bripka Seladi, anggota Polres Malang Kota. (Istimewa)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore