
SUNSET: Salah seorang wisatawan berfoto di tempat wisata Boyolayar saat matahari terbenam.
JawaPos.com - Selama ini, masyarakat sekitar hanya mengenal Waduk Kedung Ombo (WKO) dengan kerambanya. Tetapi tunggu dulu, karena di sebuah Dusun bernama Boyolayar, Desa Ngargosari, Sumberlawang, Sragen terdapat destinasi wisata unik. Namanya adalah Wisata Alam dan Bumi Perkemahan Boyolayar. Lokasinya tepat berada di bibir WKO.
Dulunya kawasan ini hanya sebuah lahan yang tidak terawat. Kemudian oleh sejumlah pemuda di Karang Taruna bernama Tunas Muda berinisiatif untuk mengubah wajah kawasan tersebut. Melalui ide kreatif dan tangan-tangan terampil para pemuda dan warga masyarakat sekitar, akhirnya kawasan tersebut berubah total.
Jika dulunya lokasi yang tidak lebih dari 500 meter persegi hanya ditumbuhi semak belukar dan pepohonan gersang. Sekarang kawasan tersebut menjadi tempat wisata murah meriah nan elok.
Tempat wisata tersebut tidak hanya menyuguhkan pemandangan waduk nan rupawan. Tetapi juga anda juga bisa berfoto di spot-spot yang sudah disediakan dengan desain yang menarik. Ada rumah pohon, ada perahu, ada jalan setapak, ada sarang burung, ayunan dan juga beberapa spot swafoto lainnya.
Yang lebih menarik, pengelola tempat wisata ini belum menarik tiket masuk. Melainkan, hanya memasang kotak sukarela bagi para pengunjung.
Nur Yanto, 25, perwakilan dari Karang Taruna Tunas Muda mengatakan, penataan kawasan tersebut dilakukan secara swadaya. Para remaja dan warga melakukan penataan usai bekerja. Mereka mencari kayu dan peralatan lain kemudian dibangun saat malam dan sore harinya.
"Pembuatannya saat puasa dulu, dikerjakan secara swadaya oleh para pemuda dan warga sekitar. Pengerjaannya setelah pulang kerja, mencari ikan atau nelayan," terangnya kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).
Keberadaan tempat wisata baru ini dengan cepat booming karena sering diunggah di media sosial. Dan sampai saat ini, sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. "Selain dari warga Sragen sendiri juga banyak dari luar Sragen, seperti Solo, dan lainnya," terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 27, Harwito, mengapresiasi para pemuda Karang Taruna Tunas Muda. Karena dengan kreatifitas dan kerja kerasnya mampu menyulap kawasan yang dulunya tidak dilirik, tetapi sekarang menjadi salah satu tujuan wisata di Sragen.
"Kalau untuk retribusi atau tiket masuk itu hanya digunakan untuk pembangunan dan perawatan tempat wisata saja," katanya.
Harwito menambahkan, dengan membayar secara sukarela wisatawan sudah dapat menikmati fasilitas yang disediakan. Bahkan, wisatawan juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam sembari menikmati ikan bakar yang disediakan oleh warga.
Untuk harga ikan bakar relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 25 ribu tergantung ukuran ikan.
Salah satu wisatawan, Putri, 15, mengaku tertarik dengan destinasi wisata tersebut. Dirinya tahu lokasi itu setelah melihat di media sosial. "Banyak yang mengunggah tempat wisata ini di medsos jadinya tertarik. Bagus buat berfoto, dan banyak tulisan yang unik-unik," ucapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
