
Sekretaris BPBD Kota Malang Tri Oky Rudianto menunjukkan peta Kota Malang.
JawaPos.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menilai jika wilayah Malang memang memiliki potensi bencana gempa. Namun, skalanya masih terbilang ringan dan sedang.
Sekretaris BPBD Kota Malang Tri Oky Rudianto mengatakan, daerah yang berpotensi mengalami gempa sedang mayoritas berada di bantaran sungai. Berdasarkan peta potensi bencana gempa bumi, ada sembilan kelurahan yang tercatat berpotensi terjadi gempa sedang.
Sembilan kelurahan itu meliputi Bunulrejo, Polehan, Kotalama, Mergosono, Tanjungrejo, Karang Besuki, Kebonsari, Arjowinangun dan Bakalan Krajan. Sedangkan kelurahan lainnya memiliki potensi gempa ringan.
Oky menyampaikan, berdasarkan historis di Kota Malang, selama ini tidak pernah terjadi gempa dengan magnitude yang besar. "Dari data historis kami belum ada gempa besar, dan semoga tidak ada yang besar," ujarnya, Jumat (12/10).
Dia merinci, pada bulan Agustus tahun 2016 pernah ada gempa. Guncangannya terasa cukup kencang. Namun tidak sampai menimbulkan kerusakan.
Sedangkan untuk tahun ini, terjadi dua kali gempa dengan efek getaran yang sangat terasa karena adanya rambatan.Jika terjadi gempa, BPBD mengimbau warga untuk tidak panik dan segera mencari tempat yang aman.
Pihaknya berharap agar setiap kelurahan dan kantor-kantor di Kota Malang memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul. "Bencana tidak diketahui kapan datangnya. Untuk itu, kenali potensinya, kurangi risikonya, dan waspadai bencananya," terangnya.
Dia mengungkapkan, sebenarnya bukan gempa yang mengintai wilayah Malang, melainkan potensi bencana tanah longsor di bantaran sungai serta banjir yang sifatnya genangan. Melihat hal itu, BPBD kini telah membentuk kelurahan tangguh untuk mengantisipasi potensi bencana tersebut. "Dari 57 kelurahan, sudah 13 keluarahan yang ditetapkan menjadi kelurahan tangguh bencana," terangnya.
Sementara itu, beberapa kelurahan yang sudah ditunjuk sebagai kelurahan tangguh rata-rata yang berpotensi bencana. Antara lain Tlogomas, Kedungkandang, Pandanwangi, Bandungrejosari, Kasin, dan Penanggungan.
Oky menerangkan, warga di kelurahan tangguh tersebut pun telah dilatih untuk menghadapi bencana. Bahkan, setiap tahun ditargetkan ada tambahan lima kelurahan yang ditunjuk sebagai kelurahan tangguh bencana. "Selain kegiatan sosialisasi pengenalan bencana dan penyelenggaraan penanggulangan bencana, di kelurahan itu juga ada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Sehingga mereka bisa melakukan pertolongan pada orang terdampak," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
