Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 16.20 WIB

Sandi Pegang Data 40 Masjid Berpaham Radikal

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. - Image

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku pihaknya sudah memiliki data 40 masjid berpaham radikal. Sandi memastikan, masjid-masjid itu akan diawasi dengan ketat.


"Ini data yang kami pegang, kami pastikan bahwa ada pembinaan, tetapi kami tidak bisa mengumbar nama masjidnya," kata Sandi seperti dikutip JPNN.com (Jawa Pos Group) di Balai Kota DKI, Rabu (6/6).


Sandi mengatakan, gerak dan jemaah di masjid-masjid itu sudah terpantau oleh jajarannya. Dia mengklaim, pihaknya akan melakukan pembinaan di rumah peribadatan itu.


"Tentunya ini tugas kami sama-sama untuk memastikan tidak ada radikalisasi di DKI. Dan tidak ada paham-paham yang mendorong ke ekstremisme di DKI," kata Sandi.


Saat disinggung bagaimana bentuk radikalisme yang dilakukan masjid itu, Sandi mengaku banyak indikasi. Salah satunya adalah kerap menyiarkan pesan yang provokatif. "Mungkin dari ujarannya yang memecah belah, kebencian dan sebagainya," tutur Sandi.


 Sandiaga Uno mengaku dirinya tidak bisa membongkar data masjid berpaham radikal seperti yang diminta Majelis Ulama Islam (MUI). Sandi meminta MUI sendiri untuk mendatangi Pemprov DKI. "Nanti, silakan (MUI) saja berhubungan dengan kami," kata Sandi di Masjid Hasyim Ashari, Jakarta.


Sandi mengatakan, masjid-masjid radikal itu sama persis dengan laporan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.


Sandi mengaku sudah memeriksa nama-nama masjid itu dan melihat ada kesamaan dengan data Pemprov DKI soal masjid radikalisme. "Kami kroscek di Biro Dikmental, memang ada beberapa yang kami pantau dan tentunya tidak mungkin kami umumkan, nanti menjadi perpecahan," kata Sandi.


Isu 40 masjid berpaham radikal itu mengemuka setelah Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah tokoh agama, praktisi sosial, budaya, pendidikan, dan agama untuk berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (4/6). Dalam pertemuan itu, Jokowi dan para tokoh membicarakan mengenai adanya paham radikal yang diajarkan di 40 masjid di ibu kota

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore