
Tim Basarnas saat melakukan pencarian 7 ABK KM Arung Samudera dengan lambung Mama Muda 04 yang hilang di perairan laut Pesisir Selatan, Senin (6/8)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Arung Samudera dengan lambung Mama Muda 04. Kapal tersebut mengalami kebocoran dan hilang di laut Pesisir Selatan sejak Minggu (5/8).
Sejak Senin (6/8) pagi, tim gabungan Basarnas Padang, Mentawai, dan Bengkulu mengerahkan 3 unit kapal dengan puluhan personel. Pencarian melibatkan KM SAR Yudistira, KRB 213 Bengkulu dan KAL Nego Lanal Bengkulu.
Tim menyasar bagian laut dari Bengkulu, Pesisir Selatan hingga Mentawai. "KM SAR Yudistira Padang itu akan menyisir timurnya laut Pagai Selatan, Mentawai. Sedangkan KRB 213 Bengkulu dan KAL Nego Lanal Bengkulu menuju ke perairan dimana KM Arung Samudera hilang kontak," jelas Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal, Senin (6/8).
Namun, hingga pukul 18.00 Wib, pencarian AKB hilang tak kunjung menemukan titik terang. Alhasil, tiga kapal yang terlibat dalam operasi pencarian kembali berlabuh dermaga.
"Pencarian hari ini tidak membuahkan hasil. Besok pagi (Selasa, 7 Agustus) dilanjutkan lagi," terang Akmal.
Untuk pencarian besok, lanjut Akmal, tim akan fokus menyisir wilayah laut Kepulauan Mentawai. Diantaranya, perairan utara pulau Sipora hingga Pagai Selatan. Proses pencarian katanya, akan terus dilakukan hingga sepekan ke depan.
"Jika 7 ABK ini tak juga ditemukan hingga sepekan ke depan, kita akan lakukan evaluasi untuk menetapkan apakah dilakukan kembali tanggap waktu operasi pencarian atau tidak," tutupnya.
Sebelumnya, KM Arung Samudera merek Lambung Mama Muda 04 dilaporkan mengalami kebocoran di kawasan laut Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (5/8). KM Arung Samudera membawa 10 ABK.
Tiga diantaranya berhasil selamat masing-masing, Devi yang ditemukan oleh nelayan kapal pukat cincin Sibolga di perairan Sikakap. Kemudian nahkoda Aziz dan ABK Pi'i ditemukan kapal nelayan bagan Nadia Safitri dalam dalam kedaan selamat. Sedangkan tujuh ABK lainnya belum jelas dimana rimbanya.
Kasi Ops Basarnas Padang, Eddy Herriyadi mengatakan, KM Arung Samudera ini berlayar dari perairan laut Bengkulu hendak menuju Kepulauan Mentawai sejak 2 Agustus 2018. Namun, sampai di kawasan perairan Air Haji, Pesisir Selatan, kapal mengalami kebocoran.
Tujuh ABK kapal yang belum ditemukan itu masing-masing bernama Niko, Okta, Kodak, Alor, Siad, Aldo dan Dian. Rencananya, proses pencarian dilanjutkan besok pagi dengan melibatkan Kala SAR Yudistira.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
