
Ketua PGO Faransyah Jaya.
JawaPos.com - Menjalankan bisnis memang tidak dipungkiri akan menghasilkan keuntungan maupun sebaliknya dapat beresiko kerugian juga. Hal itu lah juga yang menjadi tantangan bagi OK OCE di Ibu Kota Jakarta agar dapat tetap bertahan.
Ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya menyampaikan gerakan yang telah berjalan 10 bulan di DKI Jakarta ini, selalu berbicara empat pilar yang saling berkaitan. "OK OCE itu bicara 4 pilar yaitu masyarakat, komunitas, Pemerintah dan Swasta, keempat ini punya tantangannya masing-masing," tegas Faran, Jumat (7/9).
Untuk masyarakat sendiri, Faran melihat tantangannya adalah merubah pola pikir yang telah terbentuk sejak lama. Seperti jika sudah ada modal, baru ditentukan usaha yang akan dijalankan.
"Padahal harus jelas dulu strategi perencanaan usaha secara detail, utamanya ibu-ibu kadang tidak tersentuh dalam pelatihan. Waktu pelatihan misalnya 9 jam itu nggak mudah buat mereka karena misal ada yang bilang kedinginanlah, atau apalah. Itu tantangan juga," terang Faran.
Selanjutnya komunitas, yang memang diperlukan untuk merangkul bisnis agar berjalan. Faran pun menyoroti pemerintah, tidak adanya sokongan dana sempat membuatnya kelabakan di awal.
"Kita alami sendiri, swadaya tanpa sentuhan pemerintah setelah setahun emang ngos-ngosan. Tantangan pemerintah ya kalau bisa lama kenapa mesti cepat," tuturnya.
Lalu, keempat adalah pihak swasta. Faran melihat sebenarnya pihak swasta banyak yang ingin terlibat untuk membantu, namun mereka pasti akan menanyakan profit atau keuntungan yang akan mereka terima seperti apa.
"Makanya kita buat win-win solution-nya. Swasta memang sangat menghargai, nah memanage empat ini tidak mudah, kalau berjalan sustainability-nya pasti kuat," kata Faran.
Walau sulit berjalan, Faran mengakui OK OCE di DKI Jakarta telah menembus target dalam hal pendaftaran anggota OK OCE. Tercatat perpukul 09.30 WIB, anggota di DKI Jakarta sendiri ada 44.500 orang yang terbagi di Jakarta Timur 9.100 orang, Jakarta Barat 8.800 orang, Jakarta Selatan 8.200 orang, Jakarta Utara 7.600 orang, Jakarta Pusat 6.900 orang dan Kepulauan Seribu ada 1.500 orang.
"Modal air mineral saja mereka happy, perlu diketahui mereka haus banget sama ilmu. PGO memang janjikan pasarnya, dan memasarkan produk di katalog OK OCE. Banyak mereka punya komunitas, organisasi tapi nggak punya tools jadi kita rangkul," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
