
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi pengapalan Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu oleh Exxon Mobil Cepu Limited. (Pemprov Jatim)
JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi perusahaan industri hulu minyak dan gas Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) karena telah melakukan Pengapalan (lifting) Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu.
Pj Gubernur Adhy optimistis pengapalan (lifting) Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu khususnya yang beroperasi di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro akan berdampak kepada perekonomian masyarakat Jatim.
”Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat atas pencapaian pengapalan yang ke-1.000 dari Exxon mobil blok Cepu. Semoga pencapaian ini dapat berdampak bagi perekonomian masyarakat khususnya di Jatim,” ujar Adhy.
Saat ini, EMCL tengah mengembangkan Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) dengan sumur B13. Produksi perdana sebanyak 13.300 barel minyak pada 6 Agustus di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro. Pengembangan dinilai akan semakin meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dengan kontribusi sekitar 25 persen terhadap produksi minyak mentah nasional.
”Ini menunjukkan bahwa kinerja dari Exxon Mobil tentunya melalui koordinasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berdampak pada ketahanan energi sekaligus ekonomi di negara kita khususnya masyarakat Jatim,” kata Adhy.
Dengan capaian tersebut, lanjut Pj Gubernur Adhy, dapat menjadi milestone penting bagi ketahanan energi sekaligus menjadi kado kemerdekaan bagi Indonesia khususnya masyarakat Jatim.
”Saya kira ini kado kemerdekaan yang luar biasa dari Exxon Mobil untuk Republik Indonesia dan tentu saja bagi masyarakat Jawa Timur,” terang Adhy.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan, pihaknya menargetkan tambahan minyak 42,92 juta barel melalui pengeboran tujuh sumur di Lapangan Banyu Urip yakni lima sumur infill dan dua sumur clastic. Sebanyak enam sumur akan tajak pada 2024, satu sumur akan tajak pada 2025.
Dadan menambahkan, Lapangan Banyu Urip berkontribusi 25 persen bagi produksi migas nasional. Diharapkan dengan kegiatan pengeboran sumur infill dan clastic ini, dapat menambah produksi sekitar 40-60 juta barel dengan rata-rata produksi 20.000 hingga 30.000 barel per hari sehingga bisa menahan laju penurunan produksi.
”Di lapisan infill ini diperkirakan akan tambahan kurang lebih 40-60 juta barel, kita ambil dulu untuk menahan penurunan atau decline dan yang kita ambil hari ini dari sumur B13 sebesar 13.300 barel dan kelihatannya masih bisa lebih,” ucap Dadan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
