Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 17.33 WIB

Apresiasi Pengapalan Ke-1.000 EMCL Blok Cepu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Sebut Ini Kado untuk Kemerdekaan RI dan Masyarakat

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi pengapalan Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu oleh Exxon Mobil Cepu Limited. (Pemprov Jatim) - Image

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi pengapalan Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu oleh Exxon Mobil Cepu Limited. (Pemprov Jatim)

JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengapresiasi perusahaan industri hulu minyak dan gas Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) karena telah melakukan Pengapalan (lifting) Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu.

Pj Gubernur Adhy optimistis pengapalan (lifting) Floating Storage and Offloading (FSO) ke-1.000 Blok Cepu khususnya yang beroperasi di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro akan berdampak kepada perekonomian masyarakat Jatim.

”Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat atas pencapaian pengapalan yang ke-1.000 dari Exxon mobil blok Cepu. Semoga pencapaian ini dapat berdampak bagi perekonomian masyarakat khususnya di Jatim,” ujar Adhy.

Saat ini, EMCL tengah mengembangkan Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) dengan sumur B13. Produksi perdana sebanyak 13.300 barel minyak pada 6 Agustus di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro. Pengembangan dinilai akan semakin meningkatkan produksi minyak Blok Cepu dengan kontribusi sekitar 25 persen terhadap produksi minyak mentah nasional.

”Ini menunjukkan bahwa kinerja dari Exxon Mobil tentunya melalui koordinasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berdampak pada ketahanan energi sekaligus ekonomi di negara kita khususnya masyarakat Jatim,” kata Adhy.

Dengan capaian tersebut, lanjut Pj Gubernur Adhy, dapat menjadi milestone penting bagi ketahanan energi sekaligus menjadi kado kemerdekaan bagi Indonesia khususnya masyarakat Jatim.

”Saya kira ini kado kemerdekaan yang luar biasa dari Exxon Mobil untuk Republik Indonesia dan tentu saja bagi masyarakat Jawa Timur,” terang Adhy.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyampaikan, pihaknya menargetkan tambahan minyak 42,92 juta barel melalui pengeboran tujuh sumur di Lapangan Banyu Urip yakni lima sumur infill dan dua sumur clastic. Sebanyak enam sumur akan tajak pada 2024, satu sumur akan tajak pada 2025.

Dadan menambahkan, Lapangan Banyu Urip berkontribusi 25 persen bagi produksi migas nasional. Diharapkan dengan kegiatan pengeboran sumur infill dan clastic ini, dapat menambah produksi sekitar 40-60 juta barel dengan rata-rata produksi 20.000 hingga 30.000 barel per hari sehingga bisa menahan laju penurunan produksi.

”Di lapisan infill ini diperkirakan akan tambahan kurang lebih 40-60 juta barel, kita ambil dulu untuk menahan penurunan atau decline dan yang kita ambil hari ini dari sumur B13 sebesar 13.300 barel dan kelihatannya masih bisa lebih,” ucap Dadan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore