Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 06.05 WIB

Harga Telur Jatim Turun, MBG Wajib Sajikan Telur 3 Kali Dalam Sepekan!

Ilustrasi petugas SPPG di Jawa Timur sedang menyiapkan menu MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi petugas SPPG di Jawa Timur sedang menyiapkan menu MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Gizi Nasional (BGN) sepakat mewajibkan menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) minimal tiga kali sepekan guna menyerap surplus produksi peternak.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, kepada forum puluhan asosiasi dan anggota koperasi peternak, menyusul harga telur ayam yang anjlok hingga Rp 20 ribu per kilogram. 

"Kami menyampaikan bahwa jika harga telur berada di kisaran Rp 20.000 - Rp20.500 per kilogram, maka peternak ayam petelur pasti akan mengalami kerugian," tutur Emil dalam forum baru-baru ini.

Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah poin untuk mengatasi persoalan harga telur yang merosot di tingkat peternak. Pertama, SPPG di Jatim akan menggunakan menu telur minimal 3 kali dalam seminggu dalam porsi MBG

Emil menyatakan BGN selaku penanggung jawab program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menyetujui kesepakatan tersebut. "Hal tersebut juga sudah kami laporkan kepada Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa)," imbuhnya.

Kesepakatan kedua, asosiasi atau koperasi peternak telur di Jawa Timur bersedia memasok dan mengantar langsung telur ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jatim sesuai dengan standar yang telah disepakati. 

"Dan telah ada komitmen bersama agar harga di tingkat peternak dapat diupayakan berada di kisaran Rp 24.000 per kilogram. Angka ini akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan harga acuan pemerintah," tegas Emil

Di sisi lain, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana menyebut kesepakatan ketentuan menu telur minimal tiga kali sepekan dalam porsi MBG, diharapkan membantu stabilitas harga telur bagi peternak.

"Tadi disepakati bahwa telur akan dibeli melalui koperasi peternak. Nantinya, SPPG langsung membeli dari koperasi peternak. Intervensi ini akan membuka 8-10 persen pasar baru serapan telur di Jawa Timur,” pungkas Tengku.

Saat ini, harga telur di tingkat peternak berkisar Rp 20.000 - Rp 20.500 per kg. Padahal di tingkat konsumen, harga telur bisa menyentuh Rp 27.500 - Rp 30.000 per kg. Sementara di tingkat SPPG, telur dibeli senilai Rp 25.000 per kg. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore