Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2024 | 05.00 WIB

Buntut Meningkatnya Volume Kendaraan di Jembatan Jongbiru, Pemkot Kediri Bakal Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Merbabu kemarin, yang menjadi akses masuk ke Jembatan Jongbiru. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK) - Image

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Merbabu kemarin, yang menjadi akses masuk ke Jembatan Jongbiru. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK)

JawaPos.com – Dibukanya akses Jembatan Jongbiri di Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu, terbukti mampu meningkatkan lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.

Terutama di akses jalan dari sisi barat laut, yakni Jalan PG Mlijan dan Jalan Merbabu di Desa Delmo, Kecamatan Mojoroto.

Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), Sabtu (3/8), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur mengonfirmasj terkait adanya peningkatan kepadatan arus lalu lintas tersebut.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan itu tidak seimbang dengan kondisi jalan yang masih dianggap terlalu sempit.

“Di sekitar PG (PG Mritjan, Red) ke timur itu kan lebar jalannya hanya 6,2 meter. Lalu, ada kendala juga di pertigaan itu ada rumah di pojokan yang lancip sehingga mempengaruhi tikungannya,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Didik menyebut, Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan beberapa proyek rekayasa lalu lintas.

Kendati demikian, konsep rekayasa lalu lintas itu disebutkan masih akan dikoordinasikan lagi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk, dengan Satlantas Polresta Kediri.

“Salah satunya mungkin dengan menempatkan orang di sana, entah dari dishub atau relawan. Lalu juga mungkin kami pasang barrier,” jelasnya.

Sementara itu, terkait tikungan simpang tiga Mrican yang sempit, Dishub Kota Kediri, Didik dan pihaknya berencana akan menerapkan pengalihan arus untuk kendaraan tertentu.

Tujuannya tak lain adalah untuk meminimalisasi kendaraan yang melintas di jembatan yang baru diresmikan Jumat (26/7) lalu.

“Dari arah Nganjuk menuju ke Jongbiru, dan dari arah Warujayeng menuju Jongbiru. Tentunya kendaraanya akan kami bagi kelasnya. Mungkin kendaraan yang besar dengan tonase 3,5 ton ke atas bisa melalui Jembatan Semampir,” urainya.

Dia juga menyebut, skema itu akan segera disampaikan di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai salah satu opsi kebijakan.

Berbarengan dengan itu, menurutnya Dishub juga akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dengan masalah minimnya penerangan jalan.

“Akan kami kondisikan seterang mungkin di daerah itu. Sementara ini menggunakan lampu zone yang mungkin sudah limitnya dan semakin redup. Hari ini (kemarin, Red), kami cek dan akan segera diganti dengan penerangan jalan,” ungkapnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore