Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 15.56 WIB

Dokter Mohammad Wahyu Bantu Pemulihan Atlet Cianjur yang Cedera

Atlet lari dari Cianjur yang mengalami cedera menjalani perawatan sendiri. (Istimewa) - Image

Atlet lari dari Cianjur yang mengalami cedera menjalani perawatan sendiri. (Istimewa)

JawaPos.com–Seorang atlet lari dari Cianjur, Chindi Silviani, 21, mengalami cedera parah saat berlatih untuk pertandingan lari gawang di Solo. Kecelakaan tersebut mengakibatkan Chindi mengalami patah dua tulang di lengan kiri. Peristiwa itu terjadi pada November 2023.

Hingga kini, hampir setengah tahun setelah insiden tersebut, Chindi belum mendapatkan perhatian atau bantuan dari pemerintah setempat maupun KONI Kabupaten Cianjur. Ace Sopian, 44, ayah Chindi, menyatakan kekecewaannya terhadap kurangnya respons dari pihak berwenang.

Menurut Ace, putrinya telah tergabung dengan KONI Cianjur sejak 2017, berkompetisi dalam nomor lari 200 dan 400 meter. Pada 2019, Chindi meraih medali emas dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (Popspenas) VIII, mewakili Jawa Barat di cabang atletik.

Ace menjelaskan, Chindi dipilih untuk mengikuti program lari 100 meter gawang di Solo karena tidak ada atlet lari gawang lain.

”Anak saya yang tidak terbiasa lari gawang, jadi pas saat di loncatan terakhir kakinya nyangkut di gawang sampai dia terjatuh dan mengakibatkan kedua tangan anak saya patah,” ujar Ace.

Chindi dirawat selama 10 hari di RSUD Sayang Cianjur tanpa kunjungan atau bantuan dari pihak KONI Cianjur, kecuali pelatihnya yang sempat menjenguk. Dua minggu setelah operasi pertama, Chindi harus menjalani operasi kedua karena infeksi. Seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS pribadi, tanpa ada bantuan dari KONI.

Keluarga Chindi sangat kecewa dengan kurangnya perhatian dari pemerintah dan KONI terhadap musibah yang menimpa Chindi. Mereka merasa perjuangan Chindi sebagai atlet tidak dihargai.

”Saya selaku orang tuanya merasa sakit hati, karena nggak ada perhatian dari pihak KONI Cianjur seolah-olah karya dan perjuangan anak saya tidak dihargai,” tegas Ace.

Di tengah minimnya perhatian dari pihak berwenang, seorang warga Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, 36, datang ke rumah Chindi untuk memeriksa kondisinya. Dia memberikan santunan serta bantuan pengobatan gratis, termasuk fisioterapi atau rehabilitasi medis hingga sembuh total secara cuma-cuma. Langkah itu menjadi secercah harapan bagi Chindi dan keluarganya di tengah kekecewaan yang mereka rasakan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore