
Kapolresta Banjarmasin Kombes Polisi Sabana Atmojo (kanan) menjemput pelaku untuk menjalani proses hukum, Minggu (9/4) malam.
JawaPos.com–Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo memimpin penangkapan sejumlah pemuda dan remaja yang melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap seorang warga. Peristiwa penyerangan itu terjadi saat kegiatan tradisi membangunkan waktu sahur.
”Dalam waktu singkat kelima pelaku sudah berhasil ditangkap. Termasuk pelaku terakhir berinisial Y, 15, dijemput di rumahnya di kawasan Kelurahan Pengambangan,” kata Sabana seperti dilansir dari Antara saat berada di rumah salah satu pelaku di Banjarmasin, Kalsel, Minggu (9/4) malam.
Sebelumnya, peristiwa penyerangan dan penganiayaan yang melukai seorang warga berinisial T di Jalan 9 November, Kelurahan Benua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Minggu (9/4) dini hari. Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku.
Tim gabungan Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Banjarmasin Timur dibantu Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin awalnya menangkap pelaku berinisial E, 20, dan I, 19. Dari pengakuan keduanya, polisi menangkap dua pelaku lain berinisial J dan F yang masih di bawah umur.
Terakhir, polisi menjemput satu pelaku lagi berinisial Y di rumahnya pada Minggu (9/4) malam. Kelima pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka kini ditahan di Polsek Banjarmasin Timur.
”Mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan junto pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” terang Sabana Atmojo.
Dari keterangan para tersangka, kata Kapolresta, tindakan penyerangan itu diawali adanya adu mulut para pelaku dengan korban. Yakni saat kegiatan tradisi membangunkan sahur keliling.
”Jadi, para tersangka ini keliling dalam tradisi orang Banjar disebut begarakan sahur, ketemu korban yang duduk di tepi jalan hingga terjadi pengeroyokan. Salah satunya pelaku ada yang membawa senjata tajam kemudian melukai korban,” jelas Kapolresta Sabana Atmojo didampingi Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol M. Taufiq Qurrahman.
Sabana mengatakan, kesigapan jajaran Polresta Banjarmasin mengungkap kasus penganiayaan itu sejalan dengan instruksi Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi agar setiap peristiwa pidana secepatnya dibuat terang. Hal itu agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat karena tidak tertangkapnya tersangka atau lambannya penanganan.
Sabana mengingatkan masyarakat yang melakukan tradisi membangunkan sahur agar disampaikan dengan cara-cara yang santun, baik, dan sopan.
”Jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain, misalnya, orang yang sedang sakit, punya bayi atau anak kecil, ataupun warga non muslim,” tutur Kapolresta Sabana Atmojo.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
