
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono buka Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro.
JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono membuka Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. Digelar selama empat hari hingga 8 Juni, kegiatan besutan Dekranasda Bojonegoro itu mengusung tema Batikku Batikmu Batik Kita Semua.
Pj Gubernur Adhy optimistis batik dari Jatim bisa naik kelas dan mendunia. Dengan harapan batik bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Jawa Timur.
”Ini terobosan yang luar biasa. Acara ini dibuat untuk mengungkit ekonomi Bojonegoro dan melestarikan budaya batik. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Dekranasda Bojonegoro dan Pak Pj Bupati dengan nguri-uri budaya lokal bisa membuat batik Bojonegoro tidak hanya terkenal di Jawa Timur tapi juga di Indonesia dan internasional,” kata Adhy Karyono.
”Saya sangat mengapresiasi. Ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Dan juga menghidupkan perajin dan penjual aksesori batik,” tambah Adhy.
Adhy mengatakan, batik bagi warga Jatim dan Indonesia adalah kekayaan dan warisan leluhur yang terus dilestarikan. Bahkan batik telah ditetapkan sebagai intangible cultural heritage (warisan budaya tak benda) dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2008. Tanggal tersebut ditetapkan Hari Batik Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.
”Batik menghapus strata sosial. Jadi dalam kehidupan sosial kita, tidak ada bedanya antara Pj gubernur, Pj bupati, kepala dinas, atau masyarakat, kalau semuanya pakai batik. Tidak ada jarak di antara kita,” kata Adhy.
Pj Gubernur Adhy bangga dapat hadir dengan memakai batik khas Jonegoroan dengan motif Sekar Jati. Motif itu merupakan satu dari sekian varian motif batik khas Bojonegoro seperti Mliwis Mukti, Rancak Thengul, dan Sata Gondo Wangi.
”Ini menunjukkan Jawa Timur ini kaya akan batik. Semua motif ada, dan punya ciri khas masing-masing. Saya suka batik khas Jonegoroan ini. Cerah dan coraknya tidak terlalu ramai,” kata Pj Gubernur Adhy.
Pj Gubernur Adhy menyempatkan diri menyaksikan pergelaran busana batik khas Bojonegoro. Juga meninjau banyak booth serta membeli berbagai produk batik daerah.
Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, acara Pekan Batik disemarakkan anak-anak muda. Itu menunjukkan animo mereka sangat tinggi dalam mengembangkan batik daerah.
”Banyak anak muda kita membuat corak baru. Jadi mereka ikut melestarikan budaya batik. Kita punya stok untuk corak ini. Acara ini bisa menjadi penopang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucap Adriyanto.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
