Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juli 2018 | 23.17 WIB

Puluhan Korban Keracunan di Kampar Masih Dirawat

Dinkes Riau mengecek kondisi korban keracunan makanan di Kabupaten Kampar, Riau. - Image

Dinkes Riau mengecek kondisi korban keracunan makanan di Kabupaten Kampar, Riau.

JawaPos.com - Keracunan massal terjadi saat pesta pernikahan di Kabupaten Kampar, Riau. Hingga kini, sebanyak 36 korban masih menjalani perawatan intensif. Mereka tersebar di beberapa rumah sakit di Bangkinang dan Pekanbaru.


Paling banyak, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunda Annisa Kampar. Yakni, sebanyak 18 orang. Kemudian 8 orang di RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar dan empat pasien di RS Awal Bros Panam Pekanbaru.


Lalu, tiga pasien berada di RS Aulia Pekanbaru, dua paien di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, serta satu pasien lainya di Puskesmas Air Tiris Kampar.


Kepala Dinas Kesehatan Kampar Nurbit mengatakan, kondisi para pasien sudah mulai membaik. "Masih dirawat di lima rumah sakit. Informasi yang saya terima, kondisi mereka terus membaik. Namun masih perlu perawatan," ungkap Nurbit, Rabu (4/7).


Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan, korban keracunan makanan sebanyak 143 orang. Para korban merupakan pihak yang hadir dalam pesta pernikahan yang diselenggarakan S di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Sabtu (30/6) lalu.


Jumlah itu terdiri dari 46 pasien dewasa laki-laki dan 54 dewasa perempuan. Kemudian terdapat 23 anak-anak laki-laki dan 20 anak perempuan.


Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kasus ini termasuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Pasalnya, jumlah korban sudah mencapai ratusan orang.


Diketahui, undangan pesta pernikahan itu sebanyak 400 orang. Pada pesta pernikahan tersedia berbagai varian makanan. Seperti nasi putih, gulai kambing, kerupuk merah, kerupuk putih, bumbu ayam goreng, cabai hijau, ayam kecap, agar-agar, cabai merah goreng, es buah melon dan kue coklat. Ada juga bawang goreng, saos tomat, kecap manis, gulai ikan salai, air isi ulang serta rendang daging.


Saat ini, sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium kesehatan lingkungan. Bersamaan dengan sampel muntah pasien dan diare pasien. Hal itu untuk mengetahui apakah benar ada bakteri atau kuman di dalam makanan. Hasil laboratorium akan keluar sekitar 7-10 hari.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore