
Dinkes Riau mengecek kondisi korban keracunan makanan di Kabupaten Kampar, Riau.
JawaPos.com - Keracunan massal terjadi saat pesta pernikahan di Kabupaten Kampar, Riau. Hingga kini, sebanyak 36 korban masih menjalani perawatan intensif. Mereka tersebar di beberapa rumah sakit di Bangkinang dan Pekanbaru.
Paling banyak, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunda Annisa Kampar. Yakni, sebanyak 18 orang. Kemudian 8 orang di RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar dan empat pasien di RS Awal Bros Panam Pekanbaru.
Lalu, tiga pasien berada di RS Aulia Pekanbaru, dua paien di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, serta satu pasien lainya di Puskesmas Air Tiris Kampar.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar Nurbit mengatakan, kondisi para pasien sudah mulai membaik. "Masih dirawat di lima rumah sakit. Informasi yang saya terima, kondisi mereka terus membaik. Namun masih perlu perawatan," ungkap Nurbit, Rabu (4/7).
Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan, korban keracunan makanan sebanyak 143 orang. Para korban merupakan pihak yang hadir dalam pesta pernikahan yang diselenggarakan S di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Sabtu (30/6) lalu.
Jumlah itu terdiri dari 46 pasien dewasa laki-laki dan 54 dewasa perempuan. Kemudian terdapat 23 anak-anak laki-laki dan 20 anak perempuan.
Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kasus ini termasuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Pasalnya, jumlah korban sudah mencapai ratusan orang.
Diketahui, undangan pesta pernikahan itu sebanyak 400 orang. Pada pesta pernikahan tersedia berbagai varian makanan. Seperti nasi putih, gulai kambing, kerupuk merah, kerupuk putih, bumbu ayam goreng, cabai hijau, ayam kecap, agar-agar, cabai merah goreng, es buah melon dan kue coklat. Ada juga bawang goreng, saos tomat, kecap manis, gulai ikan salai, air isi ulang serta rendang daging.
Saat ini, sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium kesehatan lingkungan. Bersamaan dengan sampel muntah pasien dan diare pasien. Hal itu untuk mengetahui apakah benar ada bakteri atau kuman di dalam makanan. Hasil laboratorium akan keluar sekitar 7-10 hari.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
