Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Mei 2018 | 15.55 WIB

Ketika Cinta Tak Direstui, Sang Pria Ngamuk Akhirnya Dibui

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kelakuan AD terbilang nekat. Dia nekat membawa kabur kekasihnya karena merasa cintanya tak direstui. Kini nasibnya apes setelah aksinya diketahui orang tua pacarnya. Bukan berbuat kelakukan baik, AD bahkan melempar ibu kekasihnya menggunakan bangku kayu. Beruntung, aksinya itu meleset hingga mengenai pacarnya sendiri yang berstatus janda satu anak.


Akibat dari perbuatannya, AD harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan kasus pemukulan yang terjadi pada Senin (25/4) lalu. Saat ingin dilakukan mediasi oleh kepolisian, dia justru memilih melarikan diri, Senin (30/4) dinihari lalu. Polisi lantas berhasil menangkap AD pada Selasa (1/5) di salah satu bangunan kosong yang belum rampung, tak jauh dari Polres Tarakan.


Perwira Urusan Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Taharman mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat AD berniat ingin mengajak CW untuk nikah, namun belum direstui oleh mertuanya.


“Alasannya orang tua si cewek ini menolak adalah selain si AD ini tidak memiliki pekerjaan tetap. AD juga sering berlaku kasar,” katanya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).


Diungkapkan pria yang berpangkat balok satu itu, AD sempat mendatangi rumah pacarnya dan mengajaknya untuk kabur serta membawa anak pacarnya. Saat itu, AD tinggal di Pulau Tias dan nekat berangkat ke Tarakan untuk menikahi kekasihnya, CW, dengan cara mencuri perahu milik warga.


“Mereka ini belum jauh perahunya berlayar sudah diketahui orang tua CW dan langsung melakukan pengejaran. Jadi, mereka ketemunya di laut juga,” ungkapnya.


Saat aksi AD ketahuan, orang tua CW pun meminta anaknya untuk pindah ke perahu yang ditumpangi. Saat itu juga sontak AD mengamuk dan melempar kursi kayu berukuran kecil ke arah calon mertuanya, namun meleset hingga akhirnya terkena CW dan anaknya, SA.


“Setelah itu si AD kabur dan sampai di Pulau Tias. Dia malah ketangkap warga karena ketahunan curi perahu warga. Setelah itu, orangtua CW lapor Polres Tarakan. Sedangkan CW dan anaknya dilakukan visum karena mengalami luka robek di bagian kepalanya,” ungkapnya.


Saat diperiksa di Mapolres Tarakan, lagi-lagi pria ini berulah dan melarikan diri saat ditahan di dalam ruang Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan. “Sewaktu kita amankan dan saat itu juga kunci berada dengan selnya, dia ambil kemudian sembunyikan. Petugas awalnya mengira kuncinya hilang, sempat juga kita geledah dia (AD) tapi tidak ada,” jelas Taharman.


Setelah itu, AD membuka paksa pintu ruangan tahanan dan keluar tanpa menggunakan sandal. “Kita langsung lakukan pengejaran. Kita kepung terus siangnya berhasil kita tangkap,” bebernya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore