Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Mei 2018 | 04.40 WIB

Konvoi Kelulusan Bawa Sajam, Ratusan Pelajar Ditangkap Polisi

Ratusan pelajar yang menggelar konvoi perayaan kelulusan UN SMA/sederajat diamankan petugas Polresta Padang, Kamis sore (3/5) - Image

Ratusan pelajar yang menggelar konvoi perayaan kelulusan UN SMA/sederajat diamankan petugas Polresta Padang, Kamis sore (3/5)

JawaPos.com - Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) sudah mengeluarkan surat edaran tentang larangan huru-hara jelang pengumuman kelulusan siswa SMA/sederajat. Namun, nyatanya tidak ampuh menahan arus keriangan para pelajar.


Buktinya, hampir merata di 19 kabupaten/kota di Sumbar, para pelajar menggelar konvoi perayaan kelulusan. Tradisi coret-mencoret baju, agaknya sudah terlanjur ditularkan oleh pelajar terdahulu. Kondisi tersebut tidak terbendung setiap tahun pengumuman hasil kelulusan UN.


Di kota Padang, ratusan pelajar SMA/sederajat yang tengah konvoi dengan ratusan sepeda motor dijalan raya, diamankan petugas Polresta Padang, sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (3/5).


Berbagai model yang diperbuat para ABG itu. Mulai dari mencoret baju hingga rambut. Bahkan, beberapa pelajar juga kedapatan membawa senjata tajam (sajam) yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran.


Tidak saja di jalan raya, banyak juga para pelajar yang diamankan saat hendak masuk ke lokasi objek wisata pantai Nirwana Padang. Konon, mereka ke sana untuk menggelar pesta dengan mandi-mandi.


Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman mengatakan, operasi pembubaran aksi konvoi di jalan ini untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Sekaligus mencegah aksi tawuran dalam aksi hura-hura kelulusan pelajar SMA/sederajat.


"Mereka akan kami data terlebih dahulu," kata Kompol Ediwarman.


Terhadap hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan surat larangan perayaan kelulusan di luar sekolah.


"Sudah kami edarkan. Bahkan, untuk mengantisipasi huru-hara ini, sengaja kelulusan diumumkan sore hari oleh banyak sekolah. Tapi, tetap saja terjadi," kata Burhasman.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore