
RAPAT INTERNAL: Suasana koordinasi Pemkab Kediri dan tim pengadaan tanah (TPT) Tol Ki-Agung di kantor pemkab kemarin. (FOTO: ASAD MS/JPRK)
JawaPos.com – Meski menempuh jalan yang tidak sepenuhnya mulus, proyek jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki-Agung) terus berusaha mengurai segala permasalahan yang masih membelit.
Seperti di wilayah yang masuk jalan tol akses bandara yang hingga kini masih menunggu proses pembebasan lahan.
Terutamanya di kawasan Desa Tiron, Kabupaten Kediri dan Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.
“Pembebasan untuk akses bandara sudah di atas 72 persen. Ada satu area hijau, maksudnya sudah bebas semua. Itu di Mejenan (Kelurahan Mojoroto, Red),” jelas Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Ki-Agung Linanda Krisni Susanti.
Dilansir dari Radar Kediri JawaPos Grup, Jumat (10/5), Lingkungan Mejenan, Kelurahan Mojoroto merupakan salah satu wilayah terdampak prioritas yang berada di ruas Kota Kediri.
Sebab, kawasan tersebut menunjang pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Mojoroto dengan Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.
Di lain sisi, prioritas di ruas Kabupaten Kediri salah satunya adalah di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan. Alasannya, area itu menjadi awal pembangunan jalan tol yang terhubung dengan Bandara Dhoho.
“(Di Desa Tiron, Red) menyisakan tanah wakaf dan TKD (tanah kas desa, Red) yang akan segera dipercepat,” ungkap perempuan yang akrab disapa Nanda ini.
Sehingga, menurutnya penanganan untuk pembebasan lahan di dua wilayah itu tergolong khusus. Karena termasuk kategori tanah berkarakteristik khusus. Artinya, tanah tidak bisa diganti dalam bentuk uang.
“Penggantinya adalah relokasi. Jadi tanah pengganti dan atau bangunan pengganti. Prosedurnya kalau wakaf diatur dalam keputusan Menteri agama. Kalau TKD diatur di Permendagri 1 Tahun 2016,” paparnya.
Sementara itu, beriringan dengan pengadaan tanah tahap I, TPT dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri juga masih terus memproses pengadaan tanah untuk penetapan lokasi (penlok) tahap II.
Sebelumnya, telah ada sebanyak 170 warga di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto yang diundang dalam sosialisasi pelaksanaan pengadaan tanah tahap II, pada Senin (6/5).
Sosialisasi itu masih diwarnai dengan kebingungan warga terdampak dengan mekanisme pembebasan tanah.
Kemudian, pada Selasa (6/5) lalu, sosialisasi proyek untuk mengakomodasi penambahan lahan di kiri dan kanan trase berlanjut.
Dalam sosialisasi ini, giliran 35 warga terdampak di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto yang diundang.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
