Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Mei 2024 | 00.54 WIB

Pemerintah Pusat Mengirimkan Bantuan 40 Ton Beras ke Korban Banjir dan Longsor di Sulawesi Selatan

Bantuan 40 ton beras ke posko induk tanggap darurat banjir dan longsor Sulawesi Selatan. (Sumber Foto : dok sulselprov) - Image

Bantuan 40 ton beras ke posko induk tanggap darurat banjir dan longsor Sulawesi Selatan. (Sumber Foto : dok sulselprov)

JawaPos.com – Pemerintah pusat menunjukkan perhatian besar terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di enam kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan mengirimkan bantuan 40 ton beras ke Posko Induk Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Sulsel, di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Luwu, pada Kamis, 9 Mei 2024 dini hari tadi.

Dilansir dari sulsel, Kamis (9/5) Abdul Malik Faisal, Kepala Dinas Sosial Sulsel, sebagai Satgas Distribusi Bantuan, menginformasikan bahwa bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial dan beberapa Grup BUMN Indonesia seperti BNI dan Pupuk Indonesia.

Posko Induk Tanggap Darurat Banjir - Longsor Sulsel menjadi sibuk dengan truk-truk yang memenuhi Lapangan Andi Djemma. Di halaman depan panggung utama Andi Djemma, terlihat mobil pick up yang tersusun rapi, tempat penyimpanan bantuan yang akan disalurkan ke korban terdampak bencana di Kabupaten Luwu dan Wajo.

Sebagian besar bantuan, sebanyak 30 ton, didistribusikan di posko induk, sementara 10 ton lainnya disimpan di Bandara Bua untuk diangkut menggunakan helikopter TNI Angkatan Darat ke Kecamatan Latimojong yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, bantuan juga diterima dari pihak swasta seperti PT Menara Sakti Makassar yang mengirimkan langsung 200 dus mie instan, 1 ton beras, dan 200 dus air mineral.

Posko Induk Penanganan Bencana Tingkat Provinsi Sulsel ditempatkan di Lapangan Andi Djemma, Kabupaten Luwu, karena 16 desa di Kecamatan Latimojong, Luwu, masih tidak dapat diakses melalui jalur darat karena terputusnya tiga jembatan menuju daerah tersebut.

Bantuan logistik untuk kebutuhan ribuan warga di 16 desa tersebut diangkut menggunakan helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB. Hingga hari kelima setelah bencana melanda enam daerah di Sulsel, telah disalurkan 23 ton bantuan kepada warga terdampak, terutama di Kabupaten Luwu.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat ini, diharapkan bantuan tersebut segera tersalurkan, khususnya di Kecamatan Latimojong.

Sebelumnya, dalam Jumpa Pers pada Rabu, 8 Mei 2024, Malik Faisal menyampaikan bahwa selama proses tanggap darurat, telah terdata 70 instansi yang memberikan sumbangan melalui posko induk di Belopa, baik instansi negara, swasta, maupun perorangan.

Ditempat lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menyampaikan beberapa faktor utama yang menyebabkan bencana banjir dan longsor di berbagai kabupaten dalam beberapa hari terakhir sebagai berikut.

Pertama, menurut pemantauan hujan melalui satelit (zoom.earth), terlihat bahwa daerah sekitar Pegunungan Latimojong (bagian utara Sulawesi Selatan) dan sebagian wilayah timur (teluk bone) telah mengalami hujan dengan intensitas tinggi, berkisar antara 0,5 hingga 8 mm/h dari tanggal 26 April hingga 3 Mei 2024.

Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama secara alami mengakibatkan peningkatan volume air di wilayah pegunungan dan aliran sungai.

Kedua, Hasil analisis tutupan hutan di lima kabupaten (luwu, enrekang, sidrap, wajo, dan soppeng) menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang mengalami bencana banjir dan longsor memiliki wilayah tutupan hutan di bawah angka 30%. Misalnya, beberapa DAS (Daerah Aliran Sungai) di Kabupaten Luwu dan Enrekang memiliki persentase tutupan hutan di bawah angka tersebut.

Ketiga, Terkhusus untuk Kabupaten Wajo, meskipun DAS Awo dan Siwa memiliki tutupan hutan di atas angka 30% namun aliran sungainya juga terhubung dengan Sungai Belawae (DAS Bila Walanae yang memiliki tutupan hutan di bawah angka 30%). Sehingga sangat memungkinkan terjadinya luapan air sungai.

Keempat, aktivitas ekstraktif dan perubahan fungsi lahan di daerah inti dan penyangga Pegunungan Latimojong juga memperparah bencana banjir dan longsor di Luwu, Enrekang, Sidrap, dan Wajo.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore