
Kepala Satpol PP Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mendengar penjelasan oknum Tari Joged Bumbung di Denpasar, Bali, Rabu (8/5).
JawaPos.com–Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi memanggil pemangku atau pemuka agama dan penari Joged Bumbung yang viral. Mereka diminta agar tak mengulangi menari dengan gerak ke arah pornografi.
”Kami panggil memang, agar turut membantu mengedukasi masyarakat supaya semua paham yang dilakukan ini salah dan tidak mengulangi lagi,” kata I Dewa Nyoman Rai Dharmadi seperti dilansir dari Antara di Denpasar.
Dalam pemanggilan tersebut, hadir penari berinisial AR, 18, asal Kabupaten Buleleng; yang terekam menari dengan gerakan tidak senonoh bersama pemangku berinisial JD asal Kabupaten Bangli.
Kepala Satpol PP Bali menilai tidak semestinya seniman dan pemuka agama melakukan gerakan mengarah ke pornografi. Sebab, Tari Joged Bumbung tidak menampilkan pertunjukan demikian.
”Oknum yang berlebihan untuk dapat perhatian mengabaikan pakem-pakem yang seharusnya, kami harap seluruh masyarakat Bali yang berkesenian tari joged atau mengundang joged agar tampil sesuai, jangan justru kita orang Bali merusak seni budaya kita,” tegas I Dewa Nyoman Rai Dharmadi.
Rai Dharmadi mengingatkan, aksi tersebut melanggar Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat; dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 666 Tahun 2021 tentang Pementasan Tari Joged Bumbung.
Dia mengingatkan agar kejadian serupa tak terjadi kembali. Tidak hanya untuk penari dan pengibing (sebutan bagi penonton yang berduet dengan penari), tapi juga penonton yang merekam dan menyebarkan di media sosial.
”Bagi yang mengunggah kalau bersifat pornografi hati-hati dengan Undang-undang ITE. Mari kita bijak, lebih baik lapor ditangani tokoh agama, seni, dan budaya, tidak melulu ke pemerintah tapi kalau dilapor ke kami, kami tindak lanjuti,” papar I Dewa Nyoman Rai Dharmadi.
Di hadapan Satpol PP Bali, penari berinisial AR itu bercerita bahwa rekaman viral saat dia menari Joged Bumbung di luar pakem itu terjadi pada Rabu (6/3), di Desa Songan A, Kabupaten Bangli. Saat itu AR bersama kelompok tari berjumlah 20 orang dibayar untuk menari joged di upacara persembahyangan di rumah JD. AR mengatakan tidak ada niat menari dengan gerakan tidak senonoh saat itu.
”Kemarin-kemarin saya tidak pernah seperti itu, ini baru sekali. Menari biasa saja cuma pengibing yang terlalu agresif dan kadang kalau menari sudah dengar gamelan lupa dengan situasi,” tutur AR.
Remaja yang sudah menari sejak duduk di bangku SMP itu mengaku terpaksa mengikuti pola tarian pengibing padahal awalnya sudah berencana melakukan gerakan lain.
”Saya minta maaf dan ke depannya agar tidak lagi terulang kejadian menari yang dianggap pornografi,” ucap AR.
Penari yang dibayar Rp 250 ribu-Rp 500 ribu sekali pentas, bisa membawa pulang uang saweran hingga Rp 1,5 juta. Dia menyatakan siap mendapat sanksi apabila kedapatan melakukan tarian tidak senonoh lagi.
Sementara itu, JD mengaku tidak ada niat buruk seperti merusak seni dan budaya. Saat itu adalah kali pertama dia menjadi pengibing.
”Saya minta maaf, itu saya kebetulan berjanji menghaturkan joged karena anak saya bisa melunasi pembayaran truk, kan kalau saya tidak ikuti lagi berutang,” kata JD.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
