Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 April 2018 | 13.10 WIB

Waduh! Minyak yang Tumpah di Teluk Balikpapan Capai 400 Barel

ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai. - Image

ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai.

JawaPos.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menyelidiki kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, yang terjadi akhir pekan lalu. Dari perhitungan yang dilakukan, diketahui jumlah tumpahan minyak mencapai 69,3 meter kubik atau sekitar 400 barel.


''Kami sudah minta tim dan juga pihak Pertamina memprioritaskan pembersihan tumpahan minyak di wilayah pemukiman penduduk mengingat bau yang menyengat dan potensi risiko lainnya,'' kata Menteri LHK Situ Nurbaya Bakar dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Rabu (4/4).


Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum), tim sudah melakukan pengambilan sampel untuk melihat sejauh mana dampak yang terjadi.


”Oleh karena sangat dinamis, maka pengambilan sampel akan dilakukan beberapa kali lagi,” jelas Siti.


Mengingat lokasi terdampak yang sangat luas, tim KLHK dibagi menjadi lima tim, yaitu satu tim melakukan pengukuran panjang pesisir pantai yang terdampak di kabupaten Penajam Paser Utara, sedang empat tim lainnya melakukan pengukuran di Kota Balikpapan.


"Targetnya untuk mendapatkan panjang pantai yang terdampak tumpahan minyak, sampai sore ini kegiatan masih berlangsung. Hasilnya akan di-update segera,” kata Siti.



Sumber Tumpahan Dilacak


Siti menjelaskan, tim gabungan yang dipimpin Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan sampai hari ini masih konsentrasi melakukan kegiatan penanggulangan di perairan Balikpapan.


Pada tahap pertama, petugas akan mengumpulkan seluruh oil boom yang dimiliki oleh beberapa perusahaan yang ada di sekitar lokasi. Nantinya boom-boom tersebut akan digunakan untuk menggiring genangan-genangan tumpahan minyak di sepanjang perairan teluk Balikpapan ke perairan dekat area fasilitas Pertamina.


Kegiatan penanggulangan ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hari. Tim dari KLHK hari ini melakukan pengukuran luasan area terdampak dengan cara melakukan pengukuran secara langsung.


Tim terdiri dari staff Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Dirjen Gakkum, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E), Balai Konservasi Sumber Daya Aalam (BKSDA) Kaltim seksi wilayah 3, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.


Tim juga bersama-sama dengan kepolisian sedang melacak sumber tumpahan karena sampai saat ini belum diketahui sumbernya.


Siti menambahkan, hari ini Gakkum juga sudah mengirimkan ahli terkait kerusakan lingkungan dan Tim Drone dengan Fixed Wing Drone berukuran besar untuk memantau area yang terdampak dari udara.


"Gakkum KLHK juga sudah meminta data LAPAN apabila mereka memiliki data-data satelit terkini terkait dengan lokasi tersebut,” jelas Siti.


Selain menurunkan dua Dirjen (Gakkum dan PPKL) beberapa jam setelah kejadian, Siti juga menurunkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk memantau langsung dampak tumpahan minyak terhadap keanekaragaman hayati.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore