
Epyardi Asda. (Instagram/Epyardi Asda)
JawaPos.com - Suara untuk membentuk koalisi besar oleh sejumlah partai politik (parpol) di Sumatera Barat (Sumbar) terus mengemuka. Narasi itu diamini oleh Wakil Ketua DPD Golkar Desra Ediwan Anantanur usai menerima formulir pendaftaran calon gubernur Sumbar yang diserahkan oleh bakal calon Epyardi Asda pada Senin (6/5).
Dilansir dari Padang Ekspres, Desra Ediwan mengatakan bahwa Golkar memang menginginkan terciptanya sebuah koalisi besar guna mengalahkan partai politik penguasa di Sumbar, yakni PKS. Dengan koalisi itu, cagub yang diusung dapat head to head dengan calon gubernur petahana, Mahyeldi Ansharullah.
Sebagaimana diketahui, Epyardi Asda merupakan orang kedua yang mendaftar sebagai bakal cagub Sumbar di Partai Golkar. Sebelumnya, Ganefri yang kini masih menjabat Rektor Universitas Negeri Padang (UNP).
Menurut Desra, bukanlah orang baru di pentas politik Sumbar nasional. Mantan kapten kapal itu memiliki pengalaman panjang sebagai politikus. Yaitu, tiga kali menjadi anggota DPR RI dan kini menjadi bupati Solok.
Atas dasar pengalaman itu, Desra meyakini Epyardi mampu membawa perubahan bagi Sumbar ke arah yang lebih baik. “Pak Epyardi punya pengalaman di tingkat nasional. Beliau tiga kali terpilih menjadi anggota DPR RI. Pengalaman itu akan memudahkan beliau menarik dana-dana pusat ke daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Epyardi Asda mengajak Partai Golkar bergabung dalam koalisi perubahan dan kebangkitan. Sebelumnya, Bupati Solok itu mendaftar ke Partai Nasdem dan Partai Demokrat guna memenuhi persyaratan dukungan di Pilkada Sumbar 2024.
Di tempat lain, Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi mengungkapkan bahwa saat ini memang dari kalangan elite politik di Sumbar sedang membuat gerakan membangun koalisi besar atau "mengucilkan" PKS. Gerakan itu cukup beralasan, karena pada Pilkada 2024 ini PKS untuk mengusung pasangan cagub-cawagub harus berkoalisi dengan parpol lain karena perolehan suara tidak memenuhi 20 persen di DPRD Sumbar. Untuk menjegal PKS itu dengan cara "menguncilkannya".
"Kalau memang tidak ada parpol lain mau berkoalisi dengan PKS, maka Mahyeldi tidak bisa maju di Pilkada Sumbar 2024 ini," bebernya.
Di sisi lain Asrinaldi mengakui dari hasil survei sejumlah lembaga independen, hingga saat ini elektabilitas untuk cagub Sumbar angka tertinggi Mahyeldi Ansharullah. "Masyarakat masih memiliki respons positif untuk Mahyeldi," bebernya.
Di tempat lain, Sekretaris DPW PKS Sumbar Rahmat Saleh menyangkal ada upaya "mengucilkan" PKS di Pilkada 2024. "Komunikasi kami (PKS) masih baik dengan partai lain. Isu (mengucilkan PKS, red) itu tidak benar," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
