Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Mei 2024 | 05.24 WIB

Koalisi Besar Hadapi Cagub Petahana di Pilkada Sumbar

Epyardi Asda. (Instagram/Epyardi Asda) - Image

Epyardi Asda. (Instagram/Epyardi Asda)

JawaPos.com - Suara untuk membentuk koalisi besar oleh sejumlah partai politik (parpol) di Sumatera Barat (Sumbar) terus mengemuka. Narasi itu diamini oleh Wakil Ketua DPD Golkar Desra Ediwan Anantanur usai menerima formulir pendaftaran calon gubernur Sumbar yang diserahkan oleh bakal calon Epyardi Asda pada Senin (6/5).

Dilansir dari Padang Ekspres, Desra Ediwan mengatakan bahwa Golkar memang menginginkan terciptanya sebuah koalisi besar guna mengalahkan partai politik penguasa di Sumbar, yakni PKS. Dengan koalisi itu, cagub yang diusung dapat head to head dengan calon gubernur petahana, Mahyeldi Ansharullah.

Sebagaimana diketahui, Epyardi Asda merupakan orang kedua yang mendaftar sebagai bakal cagub Sumbar di Partai Golkar. Sebelumnya, Ganefri yang kini masih menjabat Rektor Universitas Negeri Padang (UNP).

Menurut Desra, bukanlah orang baru di pentas politik Sumbar nasional. Mantan kapten kapal itu memiliki pengalaman panjang sebagai politikus. Yaitu, tiga kali menjadi anggota DPR RI dan kini menjadi bupati Solok.

Atas dasar pengalaman itu, Desra meyakini Epyardi mampu membawa perubahan bagi Sumbar ke arah yang lebih baik. “Pak Epyardi punya pengalaman di tingkat nasional. Beliau tiga kali terpilih menjadi anggota DPR RI. Pengalaman itu akan memudahkan beliau menarik dana-dana pusat ke daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Epyardi Asda mengajak Partai Golkar bergabung dalam koalisi perubahan dan kebangkitan. Sebelumnya, Bupati Solok itu mendaftar ke Partai Nasdem dan Partai Demokrat guna memenuhi persyaratan dukungan di Pilkada Sumbar 2024.

Di tempat lain, Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi mengungkapkan bahwa saat ini memang dari kalangan elite politik di Sumbar sedang membuat gerakan membangun koalisi besar atau "mengucilkan" PKS. Gerakan itu cukup beralasan, karena pada Pilkada 2024 ini PKS untuk mengusung pasangan cagub-cawagub harus berkoalisi dengan parpol lain karena perolehan suara tidak memenuhi 20 persen di DPRD Sumbar. Untuk menjegal PKS itu dengan cara "menguncilkannya".

"Kalau memang tidak ada parpol lain mau berkoalisi dengan PKS, maka Mahyeldi tidak bisa maju di Pilkada Sumbar 2024 ini," bebernya.

Di sisi lain Asrinaldi mengakui dari hasil survei sejumlah lembaga independen, hingga saat ini elektabilitas untuk cagub Sumbar angka tertinggi Mahyeldi Ansharullah. "Masyarakat masih memiliki respons positif untuk Mahyeldi," bebernya.

Di tempat lain, Sekretaris DPW PKS Sumbar Rahmat Saleh menyangkal ada upaya "mengucilkan" PKS di Pilkada 2024. "Komunikasi kami (PKS) masih baik dengan partai lain. Isu (mengucilkan PKS, red) itu tidak benar," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore